Jumat, 06 Desember 2019

CINTAI HIDUPMU, JAGA KESEHATANMU


Apakah anda menyayangi keluarga anda? Iya, pasti jawabannya. Lalu, bagaimana cara anda menyayangi keluarga anda tercinta? Jawaban saya adalah, dengan menjaga kesehatan tubuh mereka. Di masa kini, kesehatan tubuh kita merupakan aset yang sangat berharga. Istilah ‘sehat itu mahal’, memang benar adanya, karena biaya pengobatan yang mesti dikeluarkan seorang pasien relatif tidak murah. Meskipun saat ini ada program kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat yang menyasar bagi warga kurang mampu, serta kartu BPJS yang diangsur setiap bulan bagi penggunanya, toh kita masih mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat.

Tak dapat dipungkiri juga, kondisi alam yang sudah sedemikian rupa berubah, sedikit banyak turut andil dalam memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Isu global warming yang telah didengungkan beberapa tahun lalu menjadi isu utama yang mengakibatkan perubahan cuaca ekstrim dunia. Sehingga cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Namun apakah kondisi cuaca ekstrim saja yang mengakibatkan tubuh kita menjadi rentan terhadap penyakit? Tentu saja tidak, ada beberapa faktor yang mengakibatkan tubuh kita menjadi rentan terserang penyakit. Berkaca dari penyakit stroke yang diderita oleh ibuku semenjak 5 tahun silam, aku semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.

Ibuku memiliki riwayat penyakit diabetes militus, atau penyakit gula. Pernah suatu ketika kadar gula darah ibuku mencapai angka di atas normal. Gejala yang dirasakan beliau adalah badan lemas, perut mual, dan kepala pusing. Ibuku tak berpikir jika gejala tersebut karena kadar gulanya tinggi, ibuku berpikir itu adalah gejala sakit maag yang memang sering ibuku rasakan. Dan dengan mengonsumsi obat dari resep dokter, Alhamdulillah ibuku sehat kembali. Beliau tak pernah jauh dari obat penurun gula darah sejak saat itu. Ya, ibuku menderita kencing manis atau istilah kedokterannya Diabetes millitus.

Sebenarnya tubuh kita otomatis telah mengeluarkan alarm tanda bahaya jika kita menghadapi suatu penyakit. Namun terkadang kita abai terhadap peringatan tubuh tersebut dan menganggap gejala tersebut hal yang remeh. Sampai pada akhirnya di pertengahan tahun 2014, ibuku terjatuh hingga tak sadarkan diri. Segera kami bawa beliau ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Ternyata ada perdarahan di bagian kepala ibuku ditambah pula tekanan darahnya yang tinggi kala itu. Panik, stress, takut adalah perasaan yang aku rasakan kala itu. Segala doa kupanjatkan kepada Sang Maha Pemberi Karunia demi keselamatan ibuku.

Setelah dirawat secara intensif selama 20 hari di rumah sakit, ibuku berangsur-angsur membaik. Namun ada satu yang tak bisa kembali normal. Ibuku lumpuh separuh, tubuh sebelah kanan beliau tidak dapat berfungsi seperti sedia kala. Oleh dokter, ibuku terdiagnosis stroke.

Dari pengalaman ibuku, aku jadi tau bahwa ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu stroke. Dalam kasus ibuku, pemicu stroke beliau berasal dari hipertensi,  kadar kolesterol yang tinggi, serta riwayat diabetes yang sudah beliau miliki. Dari mana semua penyebab itu muncul? Asalnya dari pola makan beliau yang kurang teratur dan kurang baik.

Dari kejadian ini aku mulai berpikir untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Ya, meskipun masih susah, karena masih suka jajan junk food. Namun setidaknya sudah mulai mengurangi. Apa saja yang mesti kita rubah agar hidup menjadi lebih sehat? Setidaknya ada 4 pola yang harus kita rubah mulai dari sekarang, jika ingin tubuh kita tetap sehat dan jarang sakit-sakitan.

Pertama, merubah pola hidup. Mulai tinggalkan gaya hidup yang tidak sehat seperti meninggalkan kebiasaan bermalas-malasan, meninggalkan kebiasaan merokok, meninggalkan kebiasaan begadang (kalau tiada artinya), dan meninggalkan minuman keras (bagi yang masih mengonsumsinya). Gantilah dengan kebiasaan yang lebih baik seperti berolah raga secara teratur, beraktivitas dengan kegiatan yang positif, beristirahat dengan cukup, mengonsumsi air putih lebih banyak alih-alih meminum minuman yang tidak berfaedah bagi tubuh.

Kedua, merubah pola makan. Mari mengganti junk food dengan healthy food. Bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak konsumsi sayur, buah, kurangi konsumsi karbohidrat yang berlebihan, dan kurangi konsumsi makanan manis. Dan yang terpenting makanlah makanan dari harta yang didapat secara halal.

Ketiga, merubah pola pikir. ‘You are what you think’, jangan terlalu membabani pikiran dengan hal-hal yang tidak penting. Pikiran negatif hanya akan menambah tingkat kestressan. Jika stress memuncak maka akan mudah tersulut emosi. Maka ada baiknya juga belajar mengelola emosi diri. Lebih baik meningkatkan energi positif kepada diri sendiri, dan meninggalkan segala macam kecemasan yang belum tentu kepastiannya. Mengikuti sebuah kegiatan yang positif dan bermanfaat adalah salah satu caranya.

Keempat dan yang terakhir, merubah pola ibadah. Mulai sekarang cobalah untuk merubah cara beribadah kita yaitu dengan lebih memaksimalkannya. Jikalau kita sakit, hal pertama yang kita lakukan adalah berdoa kepada Sang Maha Penyembuh agar diangkat segala penyakit kita. Dimulai dengan melaksanakan salat fardu tepat waktu, mengisi kekosongan waktu dengan berzikir,  melakukan puasa, perbanyak  membaca dan mendengarkan Al Quran karena salah satu kelebihan Al Quran adalah sebagai penyembuh bagi segala macam penyakit yang kita derita.

Bagaimana, nampak susah untuk memulainya? Paling tidak mari memulai untuk merubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat menjadi kebiasaan yang lebih sehat. Sudah sepatutnya kita menjaga nikmat sehat yang telah dikaruniakan Allah kepada kita. Dengan tubuh sehat segala aktivitas akan berjalan lancar. benar begitu bukan?



Kamis, 05 Desember 2019

YOGYAKARTA, SELALU DI HATIKU



Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
penuh selaksa makna


Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Bait di atas merupakan sepenggal lirik dari lagu berjudul “Yogyakarta” yang dipopulerkan oleh grup musik KLA Project di era ‘90an. Lagu lawas tersebut selalu mengena di hatiku, pun hingga saat ini. Selalu ada kerinduan yang mendalam bagiku untuk mengunjungi kota istimewa, Yogyakarta.

Sebenarnya, apakah yang membuat kota yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Jawa ini istimewa? Apalagi jika bukan suasana kotanya. Ya, suasana Kota Bakpia yang hangat dan bersahabatlah  yang menjadi daya tariknya. Aku bisa melihat cerminan wajah Indonesia sesungguhnya yang terkenal santun dan murah senyum di kota Yogayakarta ini. Coba saja berjalan-jalan di seputar Malioboro, jalanan paling terkenal di kota ini. Kita akan bertemu dengan pedagang-pedagang yang menjajakan dagangan mereka dengan penuh keramahan. Atau cobalah menuju tempat-tempat wisata budaya dan sejarah macam Keraton Yogyakarta. Di sana kita akan disambut oleh para abdi dalem serta tour guide yang sangat santun, ramah dengan tutur bahasa yang njawani.  

Hampir di setiap tahunnya aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota yang terkenal dengan gudegnya. Tak harus melulu ke Malioboro, ke keraton, atau ke candi-candi saja jika sedang bertandang ke Yogyakarta. Banyak sekali tempat wisata lainnya yang mengasyikkan untuk dikunjungi beramai-ramai. Entah itu wisata sejarah dan budaya, wisata alam, wisata belanja, atau wisata kuliner.

Bahkan saat ini banyak wisata-wisata alam baru yang giat dipromosikan oleh kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Taman Wisata Seribu Batu Songgo Langit yang berada di wilayah Bantul. Kita akan disambut dengan jajaran pohon pinus yang menguarkan aroma khas buah pinus sesaat tatkala memasuki wisata alam yang satu ini. Sejenak otakku seakan dipenuhi dengan asupan oksigen yang cukup untuk menyegarkan tubuh. Di sini kita dapat menikmati aktivitas outdoor berupa wahana flying fox. Bagi para pecinta selfie, akan sangat dimanjakan karena banyak spot-spot foto kece yang instagramable. Aku bersama para sahabatku tak mau ketinggalan untuk berwefie ria di wisata alam Songgo Langit.

Salah satu spot foto di wisata Taman Seribu Batu Songgo Langit.

Rumah Hobbit di wisata Taman Seribu Batu Songgo Langit

Tak jauh dari Taman Wisata Seribu Batu Songgo Langit, terdapat pula tempat wisata yang masih bertemakan hutan pinus, yaitu Hutan Pinus Mangunan. Jajaran pohon pinus kembali menyapa kedatangan aku bersama suami dan para sahabatku. Jalan menuju  hutan pinus sedikit menanjak, cukup untuk membakar lemak-lemak di badanku. Sekali lagi, tempat ini instagramable sekali. Sangat menyenangkan untuk dijadikan tempat mengabadikan momen-momen kebersamaan bersama sahabat.

Jajaran pohon pinus di
Taman Pinus Mangunan

Akrab bersama sahabat

Berdua lebih indah

Mengabadikan momen-momen kebersamaan
di spot-spot selfie/wefie yang menarik di Taman Pinus Mangunan

Pengalaman seru berwisata di Yogyakarta juga aku rasakan ketika mengunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo yang masih berlokasi di sekitar Bantul. Di tempat ini aku merasa sedang berada di padang pasir, karena sejauh mata memandang kita hanya disuguhi pemandangan gundukan pasir. Nah, ada yang menarik di wisata Gumuk Pasir, kita bisa menjajal kemampuan untuk bersandboarding. Iya, berseluncur namun di atas pasir. Saking serunya hingga membikin suamiku ketagihan untuk terus mencobanya. Jatuh, bangun lagi, begitu seterusnya hingga berhasil.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Serasa di padang pasir 
(Gumuk Pasir Parangkusumo)

Melompat lebih tinggi di
Gumuk Pasir Parangkusumo


Menjajal kemampuan sandboarding di Gumuk Pasir

Namun segala keseruan liburanku ke Yogyakarta akan kurang maksimal jika tidak dilakukan bersama keluarga tercinta atau dengan sahabat karib. Dan jika berlibur ke Yogya hanya sehari saja juga dirasa takkan cukup, karena banyak sekali tempat-tempat wisata  menarik yang ditawarkan kota ini. Tentu saja kita membutuhkan hotel atau penginapan yang bersih, nyaman, lega dan pastinya murah.

Tidak perlu bingung, tidak perlu ribet. Di era digital yang serba online, sekarang tak perlu repot-repot lagi untuk mencari hotel atau penginapan. Kini telah hadir jaringan hotel terbesar yang menyediakan 1000+ hotel di Indonesia, apalagi jika bukan  OYO Hotels Indonesia. Cukup klik saja website OYO di https://www.oyorooms.com/id/ atau bisa juga download aplikasinya di playstore atau appstore. Di sana kita bisa mencari berbagai macam tipe hotel atau penginapan yang sesuai dengan budget, fasilitas, atau lokasi yang diinginkan. Jaringan layanan hotel OYO sudah tersebar di 100 kota di Indonesia. Jika ingin berlibur ke Yogyakarta, tinggal pilih saja menu pilihan kota di website OYO atau klik https://www.oyorooms.com/id/hotels-in-yogyakarta/. Maka akan terpampang puluhan hotel atau penginapan, lengkap dengan harga dan detail-detail lainnya. Di situs OYO juga terdapat artikel panduan pilihan destinasi wisata di Yogyakarta loh, bisa klik di di sini  atau di sini . Sangat memudahkan bukan?


Tampilan website OYOrooms.com


Gunakan fitur filter untuk mengatur pencarian hotel yang diinginkan

Menariknya lagi, kita akan mendapatkan diskon yang cukup besar jika mencari hotel atau penginapan di OYO Hotels Indonesia. Jangan khawatir, harga penginapan yang ditawarkan OYO juga sangat ramah di kantong. Hotel nyaman, harga bersahabat, hati puas. Akan lebih girang lagi apabila aku berhasil mendapatkan voucher diskon 70% dari OYO Hotels Indonesia. Otomatis aku akan langsung menginap di salah satu hotel jaringan OYO Hotels Indonesia di Yogyakarta. Tak lupa aku akan mengajak serta suami dan anak-anak untuk berlibur selama beberapa hari di Kota Pelajar ini. Kita akan mengeksplorasi kota Yogyakarta dan sekitarnya bersama-sama. Sudah dapat kubayangkan  ekspresi bahagia anak-anakku ketika berlibur dan menghabiskan waktu bersama abi serta bundanya.

Seperti tagline yang diusung oleh OYO Hotels Indonesia “Dekat Di Mata, Dekat Di Hati, Dekat Di Jari”, bagiku kota Yogyakarta meskipun jauh di mata, namun selalu dekat di hati dan dekat di memori. Seberapapun seringnya aku ke Yogyakarta, aku takkan pernah bosan untuk menuju ke sana lagi.

Nah, bagi teman-teman yang ingin berlibur ke kota-kota di Indonesia jangan sedih jangan gusar ketika ingin mencari hotel yang nyaman namun tetap terjangkau harganya. Percayakan saja kepada OYO Hotels Indonesia. Jangan lupa untuk memfollow akun sosial media OYO Hotels Indonesia di instagram @oyo.indonesia, serta twitter @oyoindonesia, untuk mendapatkan info-info menarik serta promo-promo heboh lainnya. Liburan tetap seru, istirahat tak perlu ragu. Selamat berlibur bersama OYO Hotels Indonesia!

#pastiadaoyo 
#oyoindonesia
#oyoblogcompetion
#oyohotelsindonesia


Bukti screenshoot telah memfollow
akun OYO Hotels Indonesia di twitter
Bukti screenshoot telah memfollow
akun OYO Hotels Indonesia di instagram







Selasa, 03 Desember 2019

ANAK GEMBALA YANG TERTIDUR PANJANG DI AKHIR ZAMAN (RCO 6 TINGKAT 2)



Judul novelnya memang terlihat cukup panjang, “Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman”. Novel yang menjadi pemenang kedua Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta di tahun 2018 ini serta merta menarik perhatianku tatkala sedang sibuk mencari novel yang cocok untuk dibaca dan diulas untuk RCO batch 6 komunitas ODOP. Apa yang membuat novel ini menjadi pemenang kedua sayembara tersebut? Tema apa yang diusung oleh sang penulis? Magnet apa yang membuatku ingin membelinya? Pertanyaan-pertanyaan itu otomatis muncul di benakku.

Di bagian blurb, dituliskan bahwa novel “Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman” menuturkan kisah Rara Wilis dan Suko Djatmoko. Rupanya novel ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Menariknya lagi, novel ini mengangkat tema seks, agama, keimanan, pelacuran, dan epos Mahabarata. Hmmm, apa yang membuat semua tema itu berkelindan dalam satu buku novel ini?

Novel ini dibuka dengan munculnya sesosok tokoh bernama Mbok Wilis. Dia digambarkan sebagai seorang yang feminin, berbadan tambun, berambut panjang, dan gemar bersolek. Kegemarannya berdandan dilukiskan melalui meja rias Mbok Wilis yang ramai sekali, ‘Berbagai jenis kosmetik berjejalan di atas permukaan meja yang tidak terlampau lebar itu’ (halaman 15).

Mbok Wilis atau Rara Wilis, ternyata adalah seorang waria yang berprofesi sebagai pelacur yang mangkal di area sekitaran kota Semarang. Pamor Mbok Wilis sebagai waria dan mucikari paling top sudah terkenal di dunia malam pelacuran, dia adalah Ratu Simpang Lima. Mbok Wilis memiliki sifat yang tegas serta cerewet layaknya wanita tulen. Namun dia juga sosok yang welas asih, dan sensitif. Tak jarang dia mengeluarkan air mata ketika dia ditinggal pergi atau disakiti oleh lelaki yang disayanginya. Lucunya, Mbok Wilis akan mengingat Tuhan dalam keterpurukan kondisinya.

Hingga pada suatu masa, Mbok Wilis ingin melakukan pertobatan, dia ingin melepaskan predikat pelacur dan ratu waria yang disandangnya. Dia juga ingin melepaskan diri dari jerat iblis yang menyaru menjadi manusia bernama Haris. Dia ingin menjadi manusia yang kembali menjalani kodratnya sebagai seorang pria. Tampaknya jalan menuju pertobatan penuh liku dan cobaan.

Di sisi lain, muncul pula tokoh bernama Suko Djatmoko Purwo Carito. Dikenal pula sebagai Pak Wo. Seseorang yang sangat menyukai cerita pewayangan yang kesehariannya menjalani profesi sebagai pedagang jamu keliling. Dia menjajakan jamunya sambil bertablig, mensyiarkan agama Islam. Ya, dia mantan orang berlumur dosa. Namun kini dia telah menemukan jalan hidupnya kembali. Seorang yang sabar dalam menghadapi segala dera dan cobaan hidup. Pak Wo menerima segala cibiran orang-orang di sekitarnya, bahkan keluarga terdekatnya dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.

Pak Wo telah bertobat untuk menjadi seorang muslim yang taat. Namun rupanya, menjadi seorang muslim yang taat saja belum cukup baik di mata orang-orang. Tudingan sebagai penganut ajaran Islam yang salah dan sesat selalu diujarkan kepada Pak Wo.

Novel ini cukup membuatku bergidik jijik tatkala membaca beberapa bagian yang menggambarkan tokoh Rara Wilis sedang melacur. Penulis menceritakan aktivitas seksual menyimpang Rara Wilis bersama pelanggannya dengan cukup detil. Tetapi ada juga bagian yang membuatku ikut gemas dengan perlakuan Haris, si tokoh antagonis, kepada Rara Wilis.

A. Mustafa sebagai sang penulis novel, ikut mengaitkan epos Mahabarata dengan kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih ke dunia. Menurut novel ini ada kemiripan antara Kresna, Sang Avatara dewa dengan Imam Mahdi dan Al Masih. Hal yang mungkin akan memicu kontroversi bagi pembaca novel ini.

Belum lepas keterkejutanku dengan hubungan antara cerita wayang Mahabarata denagn kehadiran Al Mahdi dan Al Masih, aku juga dibuat bergidik kembali dengan hikayat babi yang merupakan sebuah kiasan tentang kehidupan manusia yang 'kotor' dan berkubang dosa. Menurut hematku, sebaiknya novel ini dinikmati oleh pembaca yang telah matang jasmani, rohani, dan religinya. (Itulah mengapa novel ini diperuntukkan bagi pembaca berusia 19+)

Adakah niatan tobat Rara Wilis bisa terwujud? Apakah ajaran Islam yang dianut teguh oleh Pak Wo yang membuatnya dicap sebagai muslim yang sesat? Apakah hubungan antara Rara Wilis dan Pak Wo? Temukan semua jawabannya di dalam novel yang beralur maju-mundur ini. Selamat membaca.

Sedikit spoiler percakapan antara Rara Wilis dan Haris yang membuatku ikut geram dengan kelakuan Haris (hihihi).


Rating buku : 4/5

Identitas Buku

Judul         : Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman
Penulis          : A. Mustafa
Penerbit        : Shira Media
Tahun terbit : 2019
Genre             : Fiksi dan Literatur
ISBN               :978-602-5868-80-1
Tebal              : 354 halaman

#RCO6_tingkat2
#komunitas_odop
#odop_batch7
#mengulas_tokoh_utama_novel

Senin, 02 Desember 2019

CATCALLING


Pernahkah mengalami suatu pengalaman pahit disiulin, atau iseng dipanggil-panggil namanya, atau digodain oleh pria-pria tak dikenal di jalan atau di ruang publik lainnya? Jika pernah, berarti anda menjadi korban catcalling. Catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual secara verbal.

Korban catcalling biasanya adalah para wanita. Bentuk catcalling dapat  berbentuk siulan atau panggilan ‘Hai cantik’, ‘Hai manis’, ‘Cewek, kenalan dong’ dengan maksud menggoda. Pelakunya sebagian besar adalah lelaki iseng yang biasanya sedang bergerombol. Kebiasaan catcalling masih dianggap tindakan yang lumrah di kalangan masyarakat kita, padahal tindakan catcalling jika dibiarkan bisa menjadi bibit kekerasan seksual.

Tindakan catcalling sangat meresahkan masyarakat dan yang dirugikan lagi-lagi adalah kaum Hawa. Wanita selalu yang disalahkan, karena gaya pakaian wanita yang selalu memancing kaum pria untuk menggoda. Namun nyatanya catcalling terjadi bukan karena pakaian yang dikenakan oleh kaum wanita, melainkan karena kaum pria memandang wanita sebagai obyek pelecehan. Pria masih menganggap bahwa wanita adalah makhluk yang lemah dan menganggap siulan yang dilontarkan kepada korbannya hanyalah candaan yang wajar-wajar saja. “Kalau perempuan berdandan seperti apapun, serapi apapun, setertutup apapun, kalau cara pandang masyarakat, dalam hal ini adalah pelaku, dalam hal ini adalah laki-laki, itu tidak berubah cara pandangnya, sama saja menurut saya” pendapat  Budi Wahyuni yang merupakan Wakil Komnas Perempuan dalam wawancaranya dengan Net Stories untuk Net TV.

Belum adanya undang-undang yang menjerat pelaku catcalling, membuat para korbannya belum dapat menerima perlindungan hukum jika tertimpa masalah ini. Dari hasil survey yang dilakukan oleh Hollaback! Jakarta di tahun 2018, sebanyak 17% pelecehan seksual di ruang publik yang dialami responden adalah dalam bentuk siulan atau suitan, dan 12% dalam bentuk komentar bentuk tubuh. Ini sangat disayangkan karena si korban hanya bisa diam saja dengan menghindari siulan para catcaller. Padahal sang pelaku tidak menyadari dampak psikologis yang dirasakan oleh korban. Para korban pelecehan bisa mengalami kondisi tidak aman, tidak nyaman, merasa marah, bahkan merasa dipermalukan.

Sumber : kanal YouTube Hollaback! Jakarta

Maka dari itu banyak kampanye edukasi yang dilakukan untuk menyuarakan agar tidak melakukan tindakan catcalling di ruang publik, yang dapat berujung pada tindak kejahatan seksual. Seperti kampanye yang dilakukan oleh Hollaback! Jakarta melalui sosial media yaitu dengan memberikan informasi apa saja bentuk-bentuk pelecehan, membagi cerita-cerita dari korban pelecehan di laman Hollaback! Jakarta untuk mendorong orang lain agar berani bersuara.

Adapun beberapa tips untuk mengindari godaan iseng dari para catcaller yang bisa kita terapkan.
1. Berjalanlah dengan percara diri
Jangan hiraukan panggilan iseng yang dilontarkan catcaller, anggap saja angin lalu. Mereka akan capek-capek sendiri jika kita cuek dan tidak meladeni tindakan iseng tersebut.

2. Berikan teguran tegas kepada pelaku catcaller
Bagi para wanita yang bernyali, silahkan berikan teguran keras kepada pelaku. Tidak ada salahnya jika kita balik mengintimidasi mereka, misalnya dengan memotret wajah mereka dan mengancam akan melaporkan mereka ke pihak berwajib.

3. Menyibukkan diri untuk mengalihkan perhatian
Sibukkan diri, terutama ketika kita, para wanita khususnya, sedang berjalan seorang diri. Mendengarkan musik dan bersenandung bisa dijadikan alternatif untuk mengalihkan perhatian. Atau bisa juga dengan membawa buku favorit sebagai bahan bacaan yang siap dibaca kapan saja ketika di ruang publik.

4. Lakukan hal-hal aneh yang membuat para catcaller berhenti untuk menggoda

Itulah beberapa tips yang dibagikan oleh “Net Stories: Serba-Serbi Catcalling di Indonesia” (Net 12) di kanal YouTube Official Net News.

Teruntuk para kaum Hawa, tetaplah waspada dan berhati-hati ketika sedang berada di ruang publik. Berdoalah kepada Sang Maha Pencipta sebelum kita memulai segala aktivitas apapun. Dan teruntuk para pelaku catcaller, mulai sekarang berpikirlah sebelum melakukannya. Ingatlah apa yang kalian lakukan adalah tindakan yang kurang terpuji. Semua perilaku buruk kita kapada sesama manusia pasti ada ganjarannya. Waspadalah!

Sumber tulisan:
NET Stories: Serba Serbi Catcalling di Indonesia - NET12
Hasil Survei Pelecehan di Ruang Publik Akan Membuat Kamu Kaget!


Sabtu, 30 November 2019

BTS : FROM ZERO TO HERO


Siapa penggemar Kpop yang tak mengenal BTS. Bangtan Sonyeondan, atau Bangtan Boys, atau akrabnya dikenal sebagai BTS adalah boygrup dari Korea Selatan yang terdiri dari sekumpulan anak muda berjumlah 7 orang. BTS merupakan boygrup di bawah naungan BigHit Entertainment yang didirikan oleh Hitman Bang (Bang Shi Hyuk). Melalui tangan dinginnyalah, Kim Nam Joon (RM), Kim Seokjin (Jin), Min Yoongi (Suga), Jung Hoseok (J.Hope), Park Jimin, Kim Taehyung (V), Jeon Jungkook, bisa debut dan menjadi salah satu idol group Korea  paling sukses di negeri ginseng maupun di dunia.

Perjalanan karir bermusik BTS bukanlah perjalanan yang  gampang. Di tahun 2013 yang menjadi awal debut BTS, banyak yang memandang sebelah mata kemunculan mereka. Tak jarang mereka menuai kritik dan cibiran dari musisi lainnya. Namun BTS tidak goyah, mereka tetap bekerja keras dan mencoba membuktikan kalau mereka adalah idol group yang patut diperhitungkan karya-karyanya.

Para ARMY garis keras pasti mengetahui bagaimana jatuh bangun dan perjuangan yang harus ditempuh BTS untuk dapat berada di posisi seperti saat ini. ARMY, merupakan fandom BTS. Salah satu yang berjasa atas keberhasilan BTS tak lain dan tak bukan adalah para ARMY ini. Tak hanya dari Korea Selatan saja loh, para fans BTS ini juga berasal dari negara-negara lain.

Tak heran jika BTS memiliki fans dari seluruh belahan dunia, karena lagu-lagu mereka yang bertemakan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat, seperti isu bullying, isu kesehatan mental, ajakan untuk tak mudah putus asa, dan ajakan untuk selalu bekerja keras dalam menggapai mimpi-mimpi. Dan lagi-lagi, ARMY adalah sumber inspirasi BTS. Itulah mengapa BTS selalu berterimakasih kepada fandom mereka di setiap raihan penghargaan yang dicapainya.

Di tahun 2018 BTS bahkan diberi kesempatan untuk berpidato di markas besar PBB di New York. RM sebagai leader BTS, menyampaikan pidato yang berisikan pesan kepada  anak muda di dunia untuk membangun kepercayaan bahwa cinta sejati adalah dimulai dari  mencintai  diri sendiri. Inilah yang membuat lagu-lagu BTS menginspirasi anak-anak muda di seluruh penjuru dunia. Di tahun yang sama pula, BTS menjadi foto sampul majalah TIME di Amerika Serikat.

“Mungkin saya membuat kesalah kemarin, tapi kemarin, saya tetaplah saya. Hari ini, saya dan dengan segala kesalahan saya. Besok, saya mungkin sedikit lebih bijaksana dan itu akan tetap menjadi saya juga. Kesalahan-kesalahan saya adalah diri saya sendiri yang membuat bintang-bintang paling terang hidup dalam diri saya. Saya telah mencintai diri saya sendiri, untuk siapa saya, dan untuk orang yang ingin menjadi saya.”
(Salah satu petikanpidato RM-BTS di markas PBB New York)


Prestasi BTS memang sangat luar biasa. Lagu-lagu mereka juga selalu menduduki top chart tangga lagu di negeri ginseng. Bahkan beberapa lagu mereka juga menduduki tangga lagu Billboard, seperti lagu “Boy With Luv”, “Fake Love”, dan yang teranyar adalah lagu “Make It Right”.

Sebenarnya aku bukan ARMY garis keras, aku hanya kagum atas capaian yang diraih BTS. Membaca cerita perjalanan karir mereka membuatku takjub. Istilah hasil takkan menghianati usaha, benar-benar mereka buktikan. Meskipun Korea memang terkenal sebagai negara beretos kerja tinggi, tak sedikit juga artis-artis mereka yang melakukan bunuh diri karena suatu kegagalan atau karena tekanan kerja yang tinggi.

Malam ini, aku iseng melihat live streaming Melon Music Award 2019, salah satu ajang penghargaan musik bergengsi di Korea. Penampilan BTS-lah yang aku tunggu-tunggu. Tak ayal lagi, penampilan mereka selalu terlihat eksklusif. Bak melihat konser solo BTS, mereka tampil all out dengan tata lampu, koreografi, penari pendukung, serta wardrobe yang keren. Lagu-lagu yang ditampilkan antara lain Persona, Boy In Luv, Boy With Luv, dan Dionysus. Satu kata untuk penampilan BTS malam ini, kolosal.


Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, BTS berhasil memboyong beberapa pengahargaan di MMA 2019. Piala daesang  ‘Song Of The Year’ (Boy With Luv feat Halsey), ‘Artist Of The Year’, 'Record of The Year' serta  ‘Album Of The Year’ berhasil mereka raih kembali dari album terbarunya "Map of The Soul: Persona" Daebak oppa-oppa. ARMY pasti bangga kepada kalian.


Aku yakin BTS masih akan menghadirkan lagu-lagu yang lebih mantul lagi di tahun-tahun berikutnya. Tetaplah memberi energi positif melalui karya-karya kalian kepada seluruh fans di seluruh dunia ya, BTS. Saranghaeyo and hwaiting!

Jumat, 29 November 2019

DROP OUT


“Perhatiin aja kuliahmu,” kata Leah. “Kenapa susah banget lulus?”
Blep!
“Ada lubang besar nungguin kamu di akhir tahun ke tujuh,” kata Leah
“Wisuda?”
“Lubang besar! Bukan pintu gerbang. DO!”



DO a.k.a Drop Out adalah putus kuliah sebelum waktu kelulusan tiba. Alasan terjadinya drop out juga bermacam-macam, salah satunya karena waktu tempuh belajar seorang mahasiswa telah melebihi batas waktu yang telah ditetapkan kampus. Adakah yang memiliki pengalaman berhubungan dengan DO? Entah teman, sahabat, keluarga, atau diri sendiri?

Aku pernah mempunyai seorang sahabat yang di DO dari kampusku. Sebenarnya dia anak yang bisa dikatakan pintar dan berbakat, buktinya dia dapat lulus UMPTN (bok, lawas ya) dan diterima di kampusku. Di awal-awal perkuliahan dia masih terbilang rajin untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dia mulai kendur. Entah apa penyebab pastinya, dia mulai jarang masuk kuliah, jarang mengerjakan tugas, yang mengakibatkan minimnya absensi sehingga tidak memungkinkan untuk dia mengikuti UAS (ujian akhir semester). Ya, kehadiran dalam suatu mata kuliah menjadi syarat mutlak untuk mengikuti UAS.

Hal itu berlanjut di semester-semester berikutnya, hingga akhirnya surat cinta DO dari fakultas dilayangkan kepadanya. Sedih, pasti. Namun nasi telah menjadi bubur. Tidak ada jalan keluar selain harus meninggalkan kampus, dan yang paling menyakitkan adalah harus meninggalkan teman-teman dan sahabat karib. Meskipun kami tetap berhubungan baik sih, tetapi pasti menyisakan lubang kesedihan di hati karena harus berpisah.

Namun jangan mengharapkan suatu cerita yang menyedihkan hingga menitikkan air mata ketika membaca novel Drop Out karya Arry Risaf Arisandi ini. Di cover buku sudah tertera genre si novel yaitu komedi cinta. Inilah yang membuatku tertarik membelinya. Ini sudah kali ketiga aku membaca bukunya, karena memang selucu itu.

Kelucuan yang absurd sebenarnya. Kapan lagi aku bisa menertawakan nasib seseorang yang bakal kena DO kalau bukan dalam suatu novel. Coba kalau kita menertawakan seseorang yang kena DO di dunia nyata, bisa-bisa di..., yah isi sendiri saja ya. Hihihi.

Adalah Jemi seorang pemuda berpredikat mahasiswa abadi di kampus jurusan Akuntansi di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung. Keinginannya untuk berkuliah di Bandung adalah karena ingin terlepas dari pengawasan sang ayah. Jemi orang yang santai dan bukan orang yang pintar, otaknya encer banget kata ibunya, saking encernya otaknya mengalir keluar lewat kupingnya (wakwakwak). Hanya saja Jemi orang yang beruntung.

Keajaiban dunia kesembilan Jemi bisa masuk jurusan Akuntansi. Namun keajaiban itu bisa saja tidak akan menghampiri dia kembali. Dia sudah berada di tahun ketujuh di bangku perkuliahan. Untuk bisa bertahan hidup di kampusnya dan berhasil memakai toga di kelulusannya kelak, Jemi harus bisa melampaui semester tiga belas tanpa nilai E di salah satu mata kuliahnya.

Nasib baik berpihak kepadanya, ada dosen cantik yang dahulu adalah seniornya di jurusan Akuntansi, yang mau membantunya. Dialah Leah. Namun cara menjelaskan  Leah terlalu susah dimengerti Jemi. Jemi menyukai Leah, karena Leah adalah seorang wanita.

Tak hanya Leah saja yang ingin membantu kelulusan Jemi, ada Doktor M. Dosen mata kuliah Statistika ini, meskipun sudah tua tetapi suka dengan mahasiswanya yang cantik-cantik. Doktor M  terkenal sebagai dosen killer. Tugas Jemi cukup mudah, cukup dengan membantun Doktor M untuk mendapatkan hati seorang gadis pujaannya.

Kekonyolan-kekonyolan juga terjadi di dalam kos-kosan Jemi. Sungguh benar, lingkungan akan membawa pengaruh dalam hidup seseorang. Jika lingkungan itu buruk, ikut buruklah kita, begitu juga sebaliknya.

Dari halaman pertama novel ini sudah berhasil membuatku tersenyum. Gaya bahasa yang digunakan penulis adalah gaya bahasa yang ringan dan santai. Tak perlu berpikir keras untuk memahaminya. Satu jam cukup bagiku untuk melahap novel ini. Banyak candaan-candaan yang terkesan ngasal dan aneh yang dimunculkan. Sampai-sampai aku bergumam, ada ya orang sebodoh ini.

Novel ini difilmkan di tahun 2008. Ben Joshua didapuk menjadi pemeran Jemi berdampingan dengan si cantik Titi Kamal yang berperan sebagai Leah. Sudahkah kawan-kawan menonton film DO? Aku sih belum, cukup berimajinasi melalui bukunya saja. Hihihi.

Jadi, apakah Jemi berhasil malalui ujian-ujian mata kuliah di tahun ketujuhnya? Akankah Jemi dapat memakai baju toga di hari kelulusannya? Apakah Leah berhasil ditaklukkan Jemi? Silahkan baca buku ini jikalau otak lagi penat. Setidaknya novel ini cukup bisa membuat bibirku tertawa dengan kelakuan Jemi dan kawan-kawannya.

Identitas buku.
Judul                 : DO Drop Out
Penulis             : Arry Risaf Arisandi
Penerbit           : Gagas Media
Tahun terbit    : 2006
Genre               : Komedi Cinta
ISBN                 : 979-780-067-9
Tebal                : 189 halaman



Kamis, 28 November 2019

BERAS KENCUR VS KUNYIT ASAM



Masih mau membahas tentang minuman. Setelah kemarin aku menulis tentang teh, kali ini aku akan menulis tentang minuman tradisional segar yang tentunya berkhasiat juga untuk kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Minuman yang sudah ada secara turun temurun dari buyut-buyut kita, apalagi kalau bukan minuman tradisional khas Indonesia, jamu.

Bagi orang-orang yang awam dengan jamu, pasti yang terlintas dipikirannya adalah rasa pahit (sepahit kenangan dengan mantan). Tak dapat disalahkan memang, ada beberapa jenis jamu yang rasanya tidak bersahabat untuk lidah. Misalnya adalah jamu pahitan, dari judulnya saja sudah menggambarkan rasanya. Jamu pahitan biasanya berbahan dasar brotowali, sambiloto, widoro laut, dara putih, dan babakan pule (sumber : hipwee.com). meskipun pahit, dia berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa macam penyakit semisal gatal-gatal, diabetes, atau diare.

Minuman jamu berbahan dasar herbal alami, bisa berasal dari akar rimpang, daun, bunga, bahkan batang dari suatu tanaman. Tetapi tidak semua jenis tanaman bisa dijadikan jamu ya. Bahan-bahan jamu yang terkenal antara lain kencur,  kunyit, jahe, mengkudu, secang, bunga pala, kayu manis, dan cengkeh. Dengan takaran yang pas, mereka akan berpadu menghasilkan rasa yang segar, nikmat, dan pastinya berkhasiat.

Ada dua jenis minuman jamu yang menjadi kegemaran keluargaku, yaitu jamu beras kencur dan jamu kunyit asam. Bahkan beberapa tahun yang lalu, aku sempat berjualan dua jamu ini loh. Dan laris manis (Alhamdulillah). Bukan hanya orang dewasa yang menyukainya, bahkan anak-anakpun ikut menggemarinya. Pahitkah? Tentu tidak, dua jamu yang aku produksi ini rasanya manis. Mari kuulas satu per satu tentang 2 jamu ini.

Jamu Beras Kencur




Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa bahan dasar utamanya adalah beras dan kencur. Iya, beras yang kalau dimasak jadi nasi. Selain jadi makanan pokok sehari-hari, nyatanya beras juga dapat dijadikan jamu. Jamu beras kencur dipercaya berkhasiat untuk menambah nafsu makan, meredakan flu, dan mengobati sariawan.

Untuk membuat jamu beras kencurpun tidak terlalu sudah. Siapkan bahan-bahannya, antara lain beras, kencur, jahe, bawang putih, dan air. Kupas semua jenis rimpang dan bawang putih, lalu cuci bersih semuanya. Rebuslah air secukupnya, kira-kira 1-2 liter air. Sambil menunggu mendidih, sangrai beras yang telah dicuci sejenak saja. Lalu haliskan semua bahan (kecuali bawang putih) dengan menggunakan blender. Setelah air mendidih, masukkan bahan jamu yang telah diblender. Ada baiknya jika hasil blenderan disaring terlebih dahulu agar jamu yang dihasilkan jernih dan minim ampas. Tak lupa untuk memasukkan gula, dapat menggunakan gula pasir ataupun gula jawa.

Sebelum diangkat, iris-iris bawang putih dan masukkan ke dalam rebusan jamu. Koreksi rasanya. Tunggu hingga bawang putih layu dan  jamu mendidih kembali, lalu angkat. Angin-anginkan hingga dingin. Dan jamupun siap dinikmati.

Jamu Kunyit Asam




Jamu kunyit asam atau kunir asem merupakan salah satu jamu yang paling banyak diminati oleh ibu-ibu. Alasannya karena jamu ini dipercaya dapat mengurangi nyeri tatkala datang bulan tiba. Rasanya yang manis dengan sedikit rasa kecut membuat minuman segar ini enak jika dinikmati dingin-dingin. Apalagi kala hari terik, segelas kunyit asem dingin mampu menyegakan tenggorokan kita loh.

Cara membuatnya tidak telalu sulit, siapkan saja rimpang kunyit, asam jawa, dan kayu manis untuk menambah cita rasa si jamu. Blender kunyit hingga halus, dan tak lupa untuk mendidihkan air sebanyak 1-2 liter terlebih dahulu. Saring kunyit yang telah diblender, masukkan air hasil saringan ke dalam air yg telah mendidih. Seduh asam dengan air panas lalu masukkan air seduhan asam jawa. Kemudian jangan lupa untuk menambahkan kayu manis.

Terakhir masukkan gula pasir atau gula jawa, opsional, sejumput garam untuk menambah rasa gurih. Biarkan mendidih dan angkat. Hmm, sudah dapat kubayangkan aromanya yang wangi. Selain membantu memperlancar haid, jamu kunyit asam juga bermanfaat untuk mengatasi bau badan, meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidan pada kunyit, serta menurunkan berat badan.

Bagaimana, apakah sudah tertarik untuk membuatnya? Dijamin rasanya haucek sincinping alias enak. Dengan membuat jamu setidaknya kita ikut melestarikan minuman tradisional warisan nenek moyang kita. Selamat mencoba.

Rabu, 27 November 2019

MARI NGETEH


Alhamdulillah, hujan deras akhirnya mengguyur kotaku, Mojokerto. Udara panas yang terasa menyengat di kala siang, sedikt tersejukkan dengan kehadiran sang hujan. Aku yakin banyak sekali jiwa-jiwa yang bersyukur karena turunnya air penuh berkah dari langit ini.

Nah, hujan-hujan seperti ini enaknya ngapain? Leyeh-leyeh di atas kasur? Makan gorengan? Baca buku? Atau merenung sambil menatap rintik-rintik hujan yang menetes? Kalau aku bilang sih, apapun yang kamu lakukan di kala hari hujan seperti ini, cocoknya jika ditemani dengan secangkir minuman hangat. Dan kamu masuk tim mana, tim teh, kopi, atau coklat? Kalau aku termasuk tim teh. Teh dan hujan, perpaduan yang sempurna bagiku.

Iya, aku suka sekali dengan teh, mau teh hangat, es teh manis, lemon tea, atau teh apalah aku suka. Aku menyukainya semenjak kecil. Aku mengenal kenikmatan teh karena ibuku. Cara ampuh yang dipakai ibuku untuk membangunkanku di pagi hari adalah dengan menyodorkan segelas teh hangat. Teh yang dihasilkan dari adukan tangan seorang ibu dapat dipastikan sebagai teh ternikmat di dunia. Sungguh, karena ibu akan mencurahkan kasih sayangnya dalam setiap pembuatannya.

Berbicara mengenai teh, rupa-rupanya banyak sekali macam teh yang ada di dunia. Dan mumpung lagi hujan, aku akan membagikan macam-macam teh yang dijamin enak dan sehat untuk tubuh kita. Teh apa sajakah itu, langsung saja aku bahas satu per satu.

Teh Hijau

Setiap melihat bungkus teh bertuliskan teh hijau terpajang di rak-rak pasar swalayan, aku pasti mengasumsikan teh ini diperuntukkan bagi orang (wanita khususnya) yang ingin tubuhnya menjadi langsing. Teh hijau yang lebih dikenal sebagai green tea, atau ocha bagi orang Jepang, ternyata memiliki beberapa manfaat yang baik untuk tubuh. Teh hijau diyakini memiliki antioksidan yang tinggi.

Beberapa manfaatnya yaitu untuk meredakan stress, menyehatkan jantung, mencegah penuaan dini, serta menurunkan risiko kanker dan diabet. Ternyata selain baik untuk tubuh, teh hijau juga bagus untuk kulit. Tak heran jika beberapa produk perawatan wajah menggunakan teh hijau sebagai bahan dasarnya.

Aku masih teringat kebiasaan teman kuliah dahulu yang wajahnya berjerawat, dia berikhtiar dengan menggunakan teh hijau untuk mengobatinya. Teh hijau rupanya kaya akan zat antiinflamasi, antibakteri, dan antiseptik. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyeduh teh hijau celup dengan air panas, biarkan dingin. Setelah dingin, tuangkan seduhan teh ke dalam baki es yang biasa ada di dalam freezer lemari es. Dinginkan di freezer, setelah menjadi es batu, ambil beberapa balok kecil-kecil es teh hijau lalu kompres dan gosok secara perlahan di area yang berjerawat. Lakukan secara teratur, jerawat in syaa allah akan berkurang.

Kombucha (Teh Jamur)

Satu lagi teh yang manfaatnya bagus untuk kesehatan tubuh manusia, kombucha. Mungkin kombucha masih terasa asing di telinga kita. Kombucha atau teh jamur merupakan minuman dihasilkan dari fermentasi larutan teh (jenis apa saja) dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha. Kombucha berasal dari Asia Timur, dan kini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia.
Beberapa manfaat bagi kita yang rutin mengonsumsi kombucha adalah dapat mengobati sembelit, menawarkan racun, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker. Kita juga bisa loh membuat teh kombucha. Namun untuk membuatnya sendiri kita perlu mendapatkan starter kombuchanya terlebih dahulu.

Streter kombuca inilah yang disebut sebagai si jamur, meski sesungguhnya dia adalah kumpulan dari bakteri yang menguntungkan dan ragi yang hidup berkoloni dan membentuk kultur atau disebut sebagai SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Mendapatkannya pun mudah, sudah banyak onlineshop yang menjualnya. Harganya memang sedikit agak mahal, tergantung ukuran sterter kombucanya. Namun dia dapat digunakan seumur hidup jika kita bisa merawatnya dengan baik.

Cara membuat teh kombucha adalah pertama-tama siapkan teh jenis apa saja secukupnya (bisa teh celup atau teh kering), 2 liter air dan setengah kilogram gula. Rebus air hingga mendidih, masukkan teh dan gula, setelah aroma teh telah menguar dan gula larut sempurna, angkat. Diamkan hingga teh telah benar-benar dingin. Siapkan jamur kombucha dalam sebuah wadah kaca. Pilih wadah kaca ya, bisa toples atau apa saja yang terbuat dari kaca, karena kombucha rasanya asam, jika memilih wadah selain kaca akan mudah terjadi oksidasi sehingga wadah mudah berkarat. Tuangkan teh yang telah dingin ke dalam wadah kaca yang telah berisi jamur kombucha. Lalu tutup wadah kaca dengan kain berpori besar. Tunggulah 10-15 hari baru dapat memanen dan menikmati teh kombucha.

Jangan kaget dengan rasa sedikit asam yang dihasilkan oleh teh kombucha, karena teh manis yang kita tuangkan ke dalam toples tadi telah berfermentasi dengan si jamur. Penasaran dengan rasanya? Silahkan dipraktekkan caranya.

Teh Tubruk

Dan teh manis tubruk inilah favoritku. Teh paling sederhana cara pembuatannya. Hanya perlu menuangkan air panas ke dalam gelas yang telah diisi dengan rajangan daun teh kering dan gula pasir. Iya, daun tehnya tidah perlu di saring. Begitu siap bisa langsung di sruput. Pastikan tehnya sudah hangat ya.

Aku suka sekali dengan aroma teh yang menguar dari segelas teh tubruk, seolah-olah aromanya dapat meredakan ketegangan syaraf-syaraf otak, juga dapat merilekskan badan yang tengah capek setelah aktivitas seharian. Ketika anak-anak sedang tidak enak badan atau meriang karena gejala flu, biasanya kubuatkan teh tubruk, setidaknya si teh tubruk bisa menghangatkan tubuh mereka dari dalam.

Sebenarnya masih banyak jenis teh yang lain, mungkin akan kutuliskan lain waktu. Lalu apa teh favorit kawan-kawan? Apapun tehnya, terasa nikmat jika dinikmati bersama orang terkasih. Mari ngeteh.


Sumber untuk penunjang tulisan :
Wikipedia
http://indokombucha.com/apa-itu-kombucha/