Rabu, 27 November 2019

MARI NGETEH


Alhamdulillah, hujan deras akhirnya mengguyur kotaku, Mojokerto. Udara panas yang terasa menyengat di kala siang, sedikt tersejukkan dengan kehadiran sang hujan. Aku yakin banyak sekali jiwa-jiwa yang bersyukur karena turunnya air penuh berkah dari langit ini.

Nah, hujan-hujan seperti ini enaknya ngapain? Leyeh-leyeh di atas kasur? Makan gorengan? Baca buku? Atau merenung sambil menatap rintik-rintik hujan yang menetes? Kalau aku bilang sih, apapun yang kamu lakukan di kala hari hujan seperti ini, cocoknya jika ditemani dengan secangkir minuman hangat. Dan kamu masuk tim mana, tim teh, kopi, atau coklat? Kalau aku termasuk tim teh. Teh dan hujan, perpaduan yang sempurna bagiku.

Iya, aku suka sekali dengan teh, mau teh hangat, es teh manis, lemon tea, atau teh apalah aku suka. Aku menyukainya semenjak kecil. Aku mengenal kenikmatan teh karena ibuku. Cara ampuh yang dipakai ibuku untuk membangunkanku di pagi hari adalah dengan menyodorkan segelas teh hangat. Teh yang dihasilkan dari adukan tangan seorang ibu dapat dipastikan sebagai teh ternikmat di dunia. Sungguh, karena ibu akan mencurahkan kasih sayangnya dalam setiap pembuatannya.

Berbicara mengenai teh, rupa-rupanya banyak sekali macam teh yang ada di dunia. Dan mumpung lagi hujan, aku akan membagikan macam-macam teh yang dijamin enak dan sehat untuk tubuh kita. Teh apa sajakah itu, langsung saja aku bahas satu per satu.

Teh Hijau

Setiap melihat bungkus teh bertuliskan teh hijau terpajang di rak-rak pasar swalayan, aku pasti mengasumsikan teh ini diperuntukkan bagi orang (wanita khususnya) yang ingin tubuhnya menjadi langsing. Teh hijau yang lebih dikenal sebagai green tea, atau ocha bagi orang Jepang, ternyata memiliki beberapa manfaat yang baik untuk tubuh. Teh hijau diyakini memiliki antioksidan yang tinggi.

Beberapa manfaatnya yaitu untuk meredakan stress, menyehatkan jantung, mencegah penuaan dini, serta menurunkan risiko kanker dan diabet. Ternyata selain baik untuk tubuh, teh hijau juga bagus untuk kulit. Tak heran jika beberapa produk perawatan wajah menggunakan teh hijau sebagai bahan dasarnya.

Aku masih teringat kebiasaan teman kuliah dahulu yang wajahnya berjerawat, dia berikhtiar dengan menggunakan teh hijau untuk mengobatinya. Teh hijau rupanya kaya akan zat antiinflamasi, antibakteri, dan antiseptik. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menyeduh teh hijau celup dengan air panas, biarkan dingin. Setelah dingin, tuangkan seduhan teh ke dalam baki es yang biasa ada di dalam freezer lemari es. Dinginkan di freezer, setelah menjadi es batu, ambil beberapa balok kecil-kecil es teh hijau lalu kompres dan gosok secara perlahan di area yang berjerawat. Lakukan secara teratur, jerawat in syaa allah akan berkurang.

Kombucha (Teh Jamur)

Satu lagi teh yang manfaatnya bagus untuk kesehatan tubuh manusia, kombucha. Mungkin kombucha masih terasa asing di telinga kita. Kombucha atau teh jamur merupakan minuman dihasilkan dari fermentasi larutan teh (jenis apa saja) dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha. Kombucha berasal dari Asia Timur, dan kini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia.
Beberapa manfaat bagi kita yang rutin mengonsumsi kombucha adalah dapat mengobati sembelit, menawarkan racun, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker. Kita juga bisa loh membuat teh kombucha. Namun untuk membuatnya sendiri kita perlu mendapatkan starter kombuchanya terlebih dahulu.

Streter kombuca inilah yang disebut sebagai si jamur, meski sesungguhnya dia adalah kumpulan dari bakteri yang menguntungkan dan ragi yang hidup berkoloni dan membentuk kultur atau disebut sebagai SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Mendapatkannya pun mudah, sudah banyak onlineshop yang menjualnya. Harganya memang sedikit agak mahal, tergantung ukuran sterter kombucanya. Namun dia dapat digunakan seumur hidup jika kita bisa merawatnya dengan baik.

Cara membuat teh kombucha adalah pertama-tama siapkan teh jenis apa saja secukupnya (bisa teh celup atau teh kering), 2 liter air dan setengah kilogram gula. Rebus air hingga mendidih, masukkan teh dan gula, setelah aroma teh telah menguar dan gula larut sempurna, angkat. Diamkan hingga teh telah benar-benar dingin. Siapkan jamur kombucha dalam sebuah wadah kaca. Pilih wadah kaca ya, bisa toples atau apa saja yang terbuat dari kaca, karena kombucha rasanya asam, jika memilih wadah selain kaca akan mudah terjadi oksidasi sehingga wadah mudah berkarat. Tuangkan teh yang telah dingin ke dalam wadah kaca yang telah berisi jamur kombucha. Lalu tutup wadah kaca dengan kain berpori besar. Tunggulah 10-15 hari baru dapat memanen dan menikmati teh kombucha.

Jangan kaget dengan rasa sedikit asam yang dihasilkan oleh teh kombucha, karena teh manis yang kita tuangkan ke dalam toples tadi telah berfermentasi dengan si jamur. Penasaran dengan rasanya? Silahkan dipraktekkan caranya.

Teh Tubruk

Dan teh manis tubruk inilah favoritku. Teh paling sederhana cara pembuatannya. Hanya perlu menuangkan air panas ke dalam gelas yang telah diisi dengan rajangan daun teh kering dan gula pasir. Iya, daun tehnya tidah perlu di saring. Begitu siap bisa langsung di sruput. Pastikan tehnya sudah hangat ya.

Aku suka sekali dengan aroma teh yang menguar dari segelas teh tubruk, seolah-olah aromanya dapat meredakan ketegangan syaraf-syaraf otak, juga dapat merilekskan badan yang tengah capek setelah aktivitas seharian. Ketika anak-anak sedang tidak enak badan atau meriang karena gejala flu, biasanya kubuatkan teh tubruk, setidaknya si teh tubruk bisa menghangatkan tubuh mereka dari dalam.

Sebenarnya masih banyak jenis teh yang lain, mungkin akan kutuliskan lain waktu. Lalu apa teh favorit kawan-kawan? Apapun tehnya, terasa nikmat jika dinikmati bersama orang terkasih. Mari ngeteh.


Sumber untuk penunjang tulisan :
Wikipedia
http://indokombucha.com/apa-itu-kombucha/

10 komentar:

  1. Yang pasti aku ga suka teh tawar, hihihi. Sama mbak, aku jg suka ngeteh

    BalasHapus
  2. Aku suka juga,tapi belum tahu dg kombuca. Jadi pingin coba juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo sini ke rumahku, nnti aq cicipin kombucha

      Hapus
  3. Wah baru tahu ada teh kombucha... 😮

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya mba, masi belum sepopuler teh botol memang *eh

      Hapus
  4. Teh anget manks di paagi hari setelah sarapan. Mantull

    BalasHapus