Kamis, 12 Desember 2019

RESOLUSI MENULIS DI TAHUN 2020


Wah, tak terasa kelas menulis non-fiksi komunitas ODOP batch 7 sudah memasuki pekan terakhir. Di pekan ini pula para peserta kelas menulis non-fiksi diberikan tantangan terakhirnya, dengan tema “Resolusi Menulis Di Tahun 2020”.

Flashback di  hari di mana tak terlintas di pikiranku untuk mengikuti open recruitment batch 7 komunitas one day one post. Di tulisan-tulisanku sebelumnya, aku selalu berterimakasih kepada Silvana, teman kala sekolah tempo dulu yang masih aktif berkirim pesan, karena dari dialah aku bisa mengetahui komunitas ODOP ini. Jujur pada awalnya aku pesimis, karena aku bukan penulis, aku lebih sebagai pembaca. Namun aku teryakinkan, bukan bagus jelaknya tulisan kita yang akan dinilai, namun lebih kepada seberapa besar niat kita untuk tetap menulis secara kontinu selama 60 hari.

Memang berat pada awalnya. Tak sedikit juga peserta yang berguguran di tiap minggunya. Membagi waktu menulis di sela-sela kegiatan di dunia nyata yang cukup padat membuatku keteteran. Tak jarang aku menulis sebelum jam pulang kantor, atau bahkan baru bisa menulis di malam hari setelah dua jagoan hebatku tidur. Alhamdulillah segala tantangan selama 60 hari itu dapat kulalui dengan, yah cukup baik.

Berlanjut memasuki kelas penjurusan. Sedikit galau untuk memilih kelas fiksi atau non-fiksi. Setelah aku pertimbangkan cukup setengah matang, dan tak lupa membaca basmalah, kupilih kelas non-fiksi. Alasannya karena materi yang ditawarkan kelas non-fiksi menarik perhatianku, salah satunya untuk mengoptimalkan blog. Aku penasaran karena kabarnya dari blog yang kita miliki bisa menghasilkan uang. Keren nih, pikirku, dari hobi menulis bisa menghasilkan uang.

Namun kembali lagi, aku kan hobi baca, bukan menulis. Eits, jangan salah, aku jadi suka menulis juga kok, meski terkadang masih diliputi rasa malas. Hihihi. Di kelas non-fiksi ini lagi-lagi keniatan kita untuk istikamah menulis secara kontinu diuji lagi selama kurang lebih 30 hari (atau lebih ya, aku lupa). Dan lagi-lagi cukup keteteran. Di kelas lanjutan ini aku merasa malah lebih parah, lebih sering berhutang tulisan. Padahal dibandingkan ketika masih menjadi peserta ODOP, di kelas lanjutan ini lebih ringan bebannya karena per pekan diwajibkan menulis 6 tulisan saja. Jadi ada 1 hari bebas untuk tidak menulis, lebih tepatnya 1 hari itu untuk fokus mencicil tulisan antologi.

Namanya juga manusia, diberikan keringanan, terkadang malah menggampangkan. ‘Ah, nanti saja belum nemu ide nih’, setelah nanti saja ‘Eh, besok saja deh, kok sekarang capek ya’, keesokannya ‘huwaduh, deadline tugas kantor kok sudah di depan mata, tulisannya dirapel besok aja deh’, begitu saja terus sampai hutang menulis semakin menumpuk. Kalau kata flyer berisi nasihat yang dibagikan mommy Jayko a.k.a mba Jihan, orang terajin yang pernah kukenal di Konstantinopel squad, ‘jangan suka menunda-nunda tugas, konon kabarnya ketika kita meningglakan tugas yang belum terselesaikan, dia akan bertemu dengan tugas lain yang juga ditinggalkan, kemudian mereka jatuh cinta, kemudian akan beranak pinak, banyak sekali’. (Baru tau kan, kalau tugas yang menumpuk bisa menimbulkan indikasi untuk mereka saling jatuh cinta? Aku pun). Dan memang seperti itu pada kenyataannya. Hutang menulis menumpuk, terseok-seok untuk membayarnya. (Ini berlaku bagiku yah).

Maka dari itu, jika ditanya apakah resolusi menulisku di tahun 2020? Aku tak ingin muluk-muluk dalam membuat resolusi menulis di penghujung tahun yang telah siap menyambut kedatangan tahun yang baru ini. Apa sajakah resolusi itu?
·      Bisa menulis secara berkelanjutan, setidaknya dalam seminggu ada tulisan berfaedah yang bisa aku posting di blogku. Entah seminggu sekali, dua kali, syukur-syukur bisa posting setiap hari. Amin.
·      Menulis untuk menyebarkan kebaikan, sehingga bisa bermanfaat bagi para pembacanya.
·      Ingin menjajal menjadi seorang content writer, siapa tau bakat menulis yang mulai terasah ini dapat menghasilkan sedikit pundi-pundi kekayaan bagi dompetku. Lumayan untuk membeli popok sekali pakai si adik. Hihihi.
·      Mendalami ilmu perbloggingan yang meskipun hingga detik ini aku masih belum paham. DA/PA, SEO, blog domain TLD, adsense, dll adalah istilah-istilah baru dalam hidupku kamus perblogginganku. Namun pelan-pelan aku akan mempelajarinya.
·      Mencoba  mengikuti lebih banyak lomba-lomba menulis blog. Sepertinya menyenangkan setelah tugas pekan tiga kelas non-fiksi menantang pesertanya untuk mengikuti lomba menulis blog. Iseng-iseng berhadiah. Pasti ada kepuasan tersendiri jika aku berhasil memenangkan lomba blog yang kuikuti, iya kan?

Kurasa lima resolusi menulisku di tahun 2020, yang jika kubaca ulang ternyata muluk-muluk (wakwakwak), sementara cukup. Namun tak ada salahnya bukan. Setidaknya aku memiliki kisi-kisi tentang kegiatan menulis yang dapat aku lakukan di tahun yang baru. Akhir kata aku ingin menyampaikan, menulislah sesuatu yang bisa membuatmu bahagia, siapa tau dari tulisan kita dapat turut  membawa kebahagiaan bagi para pembacanya. Tetaplah semangat menulis di tahun yang baru!

#tantangan_pekan4_kelas_nonfiksi
#odop_batch7
#komunitas_odop
#OneDayOnePost
#kelasnonfiksiODOP

Selasa, 10 Desember 2019

WISATA KULINER ANTAR KOTA DALAM PROPINSI

Apakah sih hal yang paling menyenangkan ketika kita berjalan-jalan keluar kota? Menjelajahi tempat-tempat wisata yang ada di kota yang kita singgahi? Berselfie ria di spot-spot foto yang disediakan oleh tempat wisatanya? Atau mencoba kuliner lokal kota tersebut?

Memang sih, ketika kita berkunjung ke suatu kota untuk berdarmawisata, kita pasti akan bersenang-senang di tempat wisatanya. Tak lupa juga berfoto ria untuk mengabadikan momen-momen indah bersama keluarga. Namun bagiku, yang paling menyenangkan, tak lain dan tak bukan adalah mencicipi makanan khas atau makanan yang paling populer di kota tersebut. Takkan lengkap rasanya kalau sudah ke suatu kota, namun tidak menyempatkan untuk menjajal masakannya.


Berikut akan aku tuliskan menu-menu makanan yang wajib dicoba jikalau berkunjung di kota-kota ini. Aku tak menanggung kalau tiba-tiba perut jadi terasa keroncongan karena membayangkan menu-menu makanan ini ya, hihihi. Mari aku bahas satu per satu, makanan apa sajakah itu.

Kota Tulungagung

Di tahun 2009, kantor menempatkanku di kota Tulungagung untuk mengerjakan proyek jembatan kereta api di daerah Ngujang. Jadi selama kurang lebih setahun, waktuku  lebih banyak kuhabiskan di Tulungagung. Lalu, apa kuliner khas di Tulungagung? Jawabannya adalah kacang shanghai dan ayam lodho. Ya, ayam lodho adalah primadona di kota ini. Dari penampilannya, ayam lodho mirip sekali dengan kare ayam. Namun dari segi rasa, ayam lodho dan kare ayam ada sedikit perbedaan. Jika kare ayam lebih terasa rempahnya, maka ayam lodho dominan dengan rasa pedasnya, dan ayam di masakan ini akan dibakar dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kuah santannya. Jadi ada aroma-aroma gosong namun gurih jika dinikmati.

Bagi penikmat kuliner pedas, ayam lodho khas Tulungagung dijamin bikin huh hah huh hah. Bagaimana tidak kuahnya yang sudah terasa pedas, akan disajikan dengan side dish yaitu urap-urap yang rasanya, pedas pula. Masih kurang pedas? Jangan sedih, karena kita masih akan disuguhi dengan sambal bawang yang tidak kalah hot juga. Namun entah mengapa aku serasa tak ingin menyisakan sajian ini, meskipun harus rela sakit perut setelahnya, hahaha. Yang aku suka juga adalah, di salah satu warung langgananku kala itu, menu ayam lodho ini disajikan dengan nasi gurih yang semakin menambah nikmat. Bagaimana? Mau mencoba ayam lodho juga?

Kota Malang

Kota Malang merupakan salah satu kota yang sering aku datangi, karena aku blasteran Sidoarjo – Malang, ibuku yang asli Kota Apel. Hampir setiap tahun kami menyempatkan diri ke sana untuk bersilaturahim ke sanak saudara. Apakah makanan khas kota Malang? Bakso.

Tak salah kiranya kalau aku menjuluki Malang sebagai Kota Bakso. Karena hampir semua rasa bakso di kota ini nikmat rasanya. Jangankan bakso yang bermerk, bakso tiktoktiktok yang dijual gerobagan saja rasanya maknyus. Tak percaya? Silahkan berkunjung ke Malang, lalu random memilih dan menikmati bakso abang-abang. Dijamin enak.

Namun bakso favoritku masih saja bakso Presiden.  Ada juga bakso kota Pak Man  atau bakso di food court Mitra, semuanya enak dilidahku. Adakah bakso-bakso lainnya yang enak? Rekomendasikan ke aku, nanti jika aku ke Malang, tak segan aku untuk mencobanya.

Kota Surabaya

Bagiku, Surabaya adalah kota kedua setelah kota tempat tinggalku. Selama 12 tahun aku numpang tinggal di ibukota Jawa Timur ini untuk menyelesaikan studi S1-ku di salah satu PTN dan dilanjutkan untuk mengais rezeki. Jadi sedikit banyak aku hafal segala macam kuliner yang lezat di Surabaya.

Banyak makanan khas Surabaya yang menjadi favoritku. Ada tahu tek Pak Jayen Dharmahusada, pangsit mie KS (Kotamadya Surabaya), pecel samsat Kertajaya, tahu campur Kalasan, rujak cingur Genteng Durasim, bebek goreng Palupi, soto ayam cak Har, nasi campur Bu Rudi. Sepertinya bakal penuh daftar makanan yang menjadi favoritku di kota ini ya. Hehehe. 

Dari kesemuanya, jawaranya adalah rujak cingur Genteng Durasim. Enak sekali loh. Ahhh, aku jadi membayangkan rasa rujaknya. Bolehlah dicoba ketika teman-teman berkunjung ke kotanya Bu Risma. Adakah kuliner Surabaya yang wajib coba lainnya? Silahkan direkomendasikan padaku.

Pulau Madura

Nah, jika menyeberang ke Pulau Madura, yang kutuju sudah barang tentu, bebek goreng Sinjay. Kuliner ini memang sudah tersohor sejak lama. Kita akan melihat antrian yang mengular begitu sampai di tempat ini. Rasanya memang enak, bebeknya enak, sambal pencitnya (mangga muda) juga nendang.

Antriannya memang membuat malas sih. Saranku, pesanlah sekaligus agak banyak agar tidak mengantri kembali jika ternyata ingin menambah. Terakhir mengunjungi bebek sinjay di madura sudah beberapa tahun yang lalu. Namun tak usah berkecil hati, karena rupanya gerai bebek sinjay sudah merambah di beberapa kota di Jawa Timur. Jadi bagi yang penasaran, cukup mendatangi gerai bebek sinjay terdekat. Soal rasa dijamin sama, sama-sama nikmat.

Untuk sementara, cukup sekian info makanan di kota-kota yang pernah aku kunjungi. Kabari aku jikalau ada tempat-tempat kuliner yang wajib dicoba di kota teman-teman ya. Bila ada kesempatan, aku akan mengunjungi dan mencicipi makanannya. 

Senin, 09 Desember 2019

PENIPUAN MASA KINI

 Di antara teman-teman, apakah ada yang pernah mengalami pengalaman ditipu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab? Di zaman yang serba online seperti saat ini, kasus-kasus penipuan secara online rupanya semakin marak saja. Tak sekali dua kali aku menerima pesan pendek atau sms yang isinya berupa penipuan. Entah itu dalam bentuk informasi lowongan pekerjaan, informasi jual beli rumah, informasi persewaan rumah, dan lain sebagainya.

Masih terngiang diingatan beberapa tahun kebelakang, yang kala itu viral sms penipuan yang berisi mama minta pulsa. Rupanya si mama sudah banyak pulsa jadi tidak lagi meminta-minta pulsa kepada sembarang anak, hihihi. Isi pesan penipuan yang sering aku terima biasanya singkat, padat, namun tidak jelas. Semisal “Kalau sudah transfer tolong hubungi nomor 081********* saja”, atau “Transfer ke rek bank XXX dengan norek XXXXXXXXXX a.n fulan”, atau “Selamat nomer anda terpilih sebagai pemenang pertama dari Tel****** dan mendapatkan hadiah sebesar 100 juta rupiah”, atau pesan-pesan lain yang kurang lebih isinya demikian.

Kembali ke tujuh tahun yang lalu di tahun 2012, ketika mama minta pulsa lagi marak-maraknya. Aku sudah mewanti-wanti orang-orang di sekitarku agar tidak mudah tertipu dengan sms atau telepon-telepon tak jelas yang mengabarkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya, lalu dengan gampangnya mereka meminta sejumlah uang kepada korbannya. Tak dinyana, malah aku sendiri yang tertipu. Hiks. Modusnya adalah berpura-pura mengenalku dan berbicara (sok) akrab kepadaku di telepon. Dan nahasnya aku terperdaya oleh suara si penelepon. Huft. Aku benar-benar mengira sang penipu adalah temanku. Uang sebesar 500 ribu dalam bentuk pulsa telepon melayang dari buku tabunganku, dan masuk ke dia.

Kejadian selanjutnya, sekitar setahun yang lalu, giliran suamiku yang tertipu. Huhuhu. Ceritanya, suamiku memperoleh panggilan pekerjaan melalui sebuah e-mail. Dan kebetulan juga suamiku memang mengirimkan lamaran pekerjaan ke PT yang bersangkutan. Lalu suamiku mengirimkan whatsapp ke nomer yang tertera untuk mengonfirmasi info yang dia dapat melalui e-mail. Merasa umpannya termakan, sang penipu membalas dan menginformasikan hal-hal yang harus suamiku lakukan. Singkat  cerita, suamiku diperintahkan untuk mengirimkan sejumlah uang untuk sewa hotel di Denpasar, karena interview akan dilakukan di kota itu.

Bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya, suamiku menurut saja. Dan baru tersadar tatkala uang sudah berpindah tangan. Sebenarnya sudah ada ebberapa kejanggalan, seperti kop surat panggilan interview yang tidak memakai kop surat PT yang bersangkutan. Kejanggalan lainnya, mengapa suamiku harus mentransfer sejumlah uang kalau mau interview? Bukankah seharusnya ditanggung oleh si perusahaan? Yah, namanya juga tertipu, korban tidak akan sadar kalau sudah kena tipu. Kamipun hanya bisa mengikhlaskan uang itu (meskipun aslinya belum ikhlas 100% sih, wakwakwak).

Dan semalam, temanku juga menshare oknum yang dia curigai sebagai penipu. Ada sebuah booth yang berkedok menawarkan undian berhadiah dengan alasan dia akan membuka toko olektronik di suatu mall di Surabaya. Temanku iseng masuk ke booth tersebut, lalu ditawari segala macam barang-barang elektronik.  Sampailah pada tahap menggesek nomer undian, hal ini dilakukan temanku karena saking penasarannya dengan system penipuannya. Dan temanku mundur teratur, asal tau saja piker temanku. Di sinilah korban akan tertipu, ketika ditawari hadiah utama, korban akan menebus barang tersebut dengan nominal tertentu, yang tentu saja harga barangnya di bawah harga standar, sebagai umpan agar orang tertarik untuk menebusnya. Dan jika penipu berhasil, si korban akan membawa hadiah tersebut. Namun malangnya adalah, hadiah yang didapat tidak sesuai ekspektasi, bahkan terkadang tidak dapat dipakai di saat awal mencobanya (di rumah tentu saja) atau barang yang di dapat sudah dalam kondisi rusak. Hmm, menyebalkan memang.

Geram, kesal, gemas rasanya jika mengetahui ada saja orang yang pekerjaannya hanya kirim-kirim sms penipuan, dan berharap ada seseorang yang percaya dengan isi pesan tersebut. Hallo? Tidak maukah anda-anda ini mencari pekerjaan yang halal lagi tayib? Sudah sebegitu mentokkah hidup anda? Apakah tubuh dan otak mereka sudah tidak cukup sehat untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih bermanfaat? Ah, entah apa yang (merasuki) ada di otak mereka. Di kala biaya hidup semakin tinggi, segala cara dilakukan agar dapat menutupi segala kebutuhan hidup. Namun ingatlah, hasil penipuan bukanlah hasil yang baik. Ingatlah akan dosa yang akan kalian tanggung jika terus hidup dari hasil menipu. Semoga Tuhan segera mengembalikan para penipu ini ke jalan yang lurus kembali. Amin.

Minggu, 08 Desember 2019

TAHSIN AL QURAN


Di tulisan sebelumnya, aku telah menulis beberapa hak-hak yang diperoleh seorang muslimah dalam Islam. Salah satunya adalah hak untuk menuntut ilmu, karena Rasulullah pernah bersabda bahwa menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan (HR. Ibnu Majjah). Dan adapun ilmu yang diprioritaskan untuk dipelajari adalah ilmu syariat islam, ilmu yang berasal dari kalamullah (Al Quran), hadist, serta, perkataan para sahabat.

Sejak dua tahun yang lalu, tepatnya ketika mengandung anak kedua, di penghujung  tahun 2017 aku mengikuti kelas memperbaiki bacaan Al Quran. Lebih tepatnya aku mengikuti kelas tahsin. Tahsin, menurut wikipedia, adalah kata dari bahasa Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan, atau memperkaya. Tahsin dalam Islam mengandung makna bahwa tuntutan agar dalam membaca Al Quran harus benar dan tepat sesuai dengan contohnya demi terjaganya orisinalitas praktik tilawah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, masih menurut situs wikipedia. Jadi dalam membaca Al Quran, kita tidak boleh asal bisa membaca saja, namun juga harus memperhatikan tajwid dan makhraj tiap huruf-huruf hijaiyah.

Masih kuingat hari pertama mengikuti kelas tahsin yang didampingi oleh guru mengaji yang cukup mumpuni,  kami berenam kala itu, dan saat disuruh membaca AlFatihah, hasilnya 80% bacaanku salah. Ya Allah, jadi selama bertahun-tahun aku membaca sang ummul quran masih banyak kesalahannya (kemudian istighfar banyak-banyak). Kukira, aku yang telah mengikuti les mengaji semenjak kecil, bacaannya sudah betul semua (duh, kepedean sekali ya). Kata Ustazah Iffah, guru tahsin kami, itulah pentingnya belajar ilmu tajwid.

Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca Al Quran dengan lafal dan ucapan yang benar. Belum lagi kami harus memperbaiki makhraj setiap huruf hijaiyahnya. Makhraj adalah tempat keluarnya huruf hijaiyah yang menjadi dasar kata-kata di dalam Al Quran. Ustazah Iffah mengatakan, panjang pendeknya tajwid serta makhraj bacaan kita alangkah baiknya jika benar, karena beda pelafalan atau pengucapannya maka akan berbeda pula artinya. Al Quran banyak mengandung doa, kita tidak mau kan jikalau dalam berdoa dengan maksud memperoleh kebaikan, tetapi karena kesalahan bacaan artinya jadi buruk (hiks).

Namun aku tak sendiri, teman-teman yang mengikuti kelas tahsin juga bernasib hampir sama denganku. Masih banyak kesalahan-kesalahan baik besar maupun kecil. Ya, itulah gunanya belajar. Kita benar-benar belajar dari yang paling dasar, kita belajar dengan menggunakan  buku Ummi jilid 1. Kita mengawalinya dengan memperbaiki makhrajnya, dengan disisipi pelajaran tajwid satu per satu di setiap pertemuannya. Mengingat kembali hukum tajwid yang pernah dipelajari ketika sekolah, yang rupanya ingatan akan pelajaran tersebut sudah mulai terhapus karena faktor usia. Syukurlah kita mendapatkan guru mengaji yang super telaten dan super sabar. Walaupun lidah kita sudah belibet mengucapkan suatu huruf, jika masih salah akan tetap dibenarkan sampai betul-betul benar.

Teman-temanku di kelas tahsin sebagian besar adalah ibu-ibu. Dan aku kagum dengan semangat belajar ibu-ibu yang luar biasa besar, maa syaa allah. Mereka menyempatkan waktu mereka di sela-sela kesibukan mereka dengan dunia perumahtanggaan atau dunia perkantoran agar bisa belajar membaca Al Quran dengan baik dan benar. Memang benarlah bahwa tidak ada kata terlambat bagi siapa saja yang mau belajar dan Allah pasti akan memberikan kemudahan jalan kepada orang-orang yang mau belajar.

Daripada menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berfaedah, lebih baik jika dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Di setiap akhir kelas, ustazah selalu memberikan PR tajwid untuk dikerjakan, serta mengingatkan untuk tetap membaca Al Quran, dan lebih-lebih jika mau menghafalkannya. Salah benar tidak mengapa, Allah Maha Mengetahui, asal tidak meninggalkannya. Karena di setiap huruf Al Quran yang kita baca, kita akan memperoleh pahala. Wallahualam.

“Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya, maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkan dua pahala.”  
(HR. Bukhori, 4653 dan Muslim, 798)


Sabtu, 07 Desember 2019

HAK-HAK WANITA DALAM ISLAM


Alhamdulillah, segala puji aku panjatkan kepada Allah azza wa jalla karena masih melimpahkan segala nikmat dan karunia-Nya kepadaku dan keluargaku. Tak terasa sudah memasuki hari jumat kembali. Salah satu hari yang aku tunggu-tunggu kedatangannya, pasalnya setiap hari jumat aku akan menimba ilmu di kajian khusus muslimah yang diadakan oleh salah satu swalayan yang ada di kotaku.

Selayaknya minggu-minggu sebelumnya, materi kajiannya seputar wanita. Dan hari jumat ini akan membahas tentang hak-hak wanita dalam Islam yang  akan disampaikan oleh Ustaz Muhammad Luthfi. Setelah beres dengan masalah domestik rumah tangga dan mengantarkan duo salihku ke madrasah masing-masing, aku segera meluncur ke tempat kajian bersama teman-temanku.

Pukul 8 lebih sedikit acara rutin satu mingguan inipun dimulai, rupanya pak ustaz sudah datang lebih awal dari para pesertanya. Luar biasa. Dan antusias pesertapun semakin tinggi, terbukti makin bertambahnya peserta kajian dari minggu ke minggunya. Masyaa allah, tabarakallah ya emak-emak salihah.

Sebagai intronya, Ustaz Luthfi hak-hak yang diberikan Islam kepada para wanita adalah sekaligus sebagai bantahan atas tudingan yang menganggap Islam mengungkung para kaum Hawa. Disebutkan  pula oleh Ustaz Luthfi bahwa sebelum kehadiran Islam, wanita dianggap tidak ada harganya, kedudukannya sangat rendah, dicampakkan, bahkan wanita dianggap tidak ada keutamaannya sama sekali. Intinya, beberapa bangsa di  belahan dunia, masih menganggap wanita makhluk yang hina. Astaghfirullah, aku miris mendengarnya.

Kemudian hadirlah Islam yang mengubah stigma yang salah tersebut. Kenyataannya, Islam sangat menghormati dan menghargai kedudukan seorang wanita. Baik tak perlu berlama-lama lagi, akan aku ringkas materi kajian tentang hak-hak wanita dalam Islam.

1. Hak memperoleh pahala yang setara dengan pria
Allah telah berfirman di dalam al quran yang menyuruh hamba-hamba-Nya agar berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Allah menyuruh seluruh manusia, tanpa memandang gender, untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya dalam hal beribadah. Salah satu pahala yang besar adalah berjihad, dan taukah wahai para wanita, jihad kita tidak perlu dengan menenteng senjata dan maju ke medan perang. Jihad wanita ada dimana-mana, contohnya adalah melalui kehamilannya dan melakukan ibadah haji.

2. Hak mendapatkan kemuliaan di sisi Allah
Yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya adalah dalam hal ketakwaan. Allah tidak pernah memandang bulu, baik pria atau wanita, sama saja di hadapan Sang Rahman Rahim. Seperti yang tertuang dalam Al Quran surat Al Isra 70 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

3. Hak memperoleh warisan
Dalam Islam, wanita juga berhak untuk mendapatkan warisan. Wanita akan mendapatkan harta warisan separuh, dan pria akan mendapatkan warisan secara utuh. Namun, dibalik utuhnya pembagian warisan yang diterima oleh kaum pria adalah karena kaum pria harus menafkahi istrinya. Maka dari itu pria mendapatkan lebih banyak untuk kemudian diberikan kepada wanitanya, jadi wanita dalam hal ini akan mendapatkan lebih banyak dibandingkan pria. Bahkan wanita tidak perlu membagi harta warisan yang  diperolehnya. Hebatnya lagi, wanita berhak untuk mendapatkan rumah dari suaminya. (Pada senang pasti nih.)

4. Hak untuk menuntut ilmu
“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”, begitulah sabda Rasulullah kepada umatnya. Wajib bagi setiap muslim, baik pria maupun wanita. Tentu saja ada adab-adab bagi para wanita yang menuntut ilmu. Diutamakan adalah menuntut ilmu agama yang bersumber dari kalamullah, sabda Rasulullah, dan perkataan para sahabat.

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya untuk menuju surga”. Nah, menarik bukan, selain mendapatkan ilmu, kita akan dimudahkan untuk menggapai surga Allah. Namun, ada adab menuntut ilmu yang harus diperhatikan juga, sesuai dengan adab-adab islami, misalnya tidak ada ikhtilat ataupun khalwat.

Dikarenakan keterbatasan waktu,  Ustaz Luthfi hanya menyampaikan 4 poin saja. Untuk hak-hak wanita  selanjutnya, aku lanjutkan dengan mengambil kajian yang disampaikan oleh Ustaz Sholahuddin, dalam materi yang sama, tetapi di WAG SM G-P83.

5. Hak untuk menentukan mahar
Wanita berhak untuk menentukan mahar dari pria yang  akan dinikahinya. Namun ciri-ciri wanita yang berkah adalah wanita yang mudah maharnya. Meskipun bukan suatu aib juga jikalau sang mempelai wanita menentukan suatu mahar yang dikehendakinya. Hal ini sejalan dengan firman Allah di surat An Nisa ayat 4 yang berbunyi, “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”.

6. Hak mendapatkan nafkah dari suaminya
Sudah kewajiban bagi suami untuk memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri. Hendaklah para suami mempergauli para istri dengan baik, memberikan kebutuhan sandang dan pangannya, dan memberikan wasiat atau wejangan atau nasihat dengan cara yang makruf. Janganlah bertindak kasar kepada kaum wanita ya wahai kaum Adam.

7. Hak untuk mendapatkan pengasuhan anak
Hak ini diberikan bagi wanita yang sedang mengalami kasus perceraian. Jika pasangan suami –istri akan bercerai, maka sang istri berhak mendapatkan hak pengasuhan anak ketika usia sang anak masih kecil, masih belum tamyiz (belum dapat membedakan baik buruknya suatu hal). Hak pengasuhan anak sebaiknya diberikan kepada orang yang bertakwa kepada Allah, karena pengasuhan anak tidak hanya secara fisik saja, namun juga pengasuhan secara mental dan pengasuhan terhadap akhlak, akidah, serta ibadah sang anak. Jika ibunya wanita yang salihah, pengasuhan dapat diberikan kepada ibuny, dan sebaliknya. Dan jika keadaannya sama-sama orang tua yang salih, hak pengasuhan tetap diberikan kepada ibunya.

Demikianlah beberapa hak-hak yang dapat diperoleh wanita dalam Islam. Sekali lagi Islam adalah agama yang memuliakan wanita. Sungguh beruntunglah kita yang terlahir sebagai wanita, karena ternyata banyak sekali keutamaan menjadi seorang wanita. Wallahu'alam. 

Akhir kata, semoga ilmu yang aku bagikan bermanfaat dan bisa membagikan kajian ilmu selanjutnya. Wassalam.


Jumat, 06 Desember 2019

CINTAI HIDUPMU, JAGA KESEHATANMU


Apakah anda menyayangi keluarga anda? Iya, pasti jawabannya. Lalu, bagaimana cara anda menyayangi keluarga anda tercinta? Jawaban saya adalah, dengan menjaga kesehatan tubuh mereka. Di masa kini, kesehatan tubuh kita merupakan aset yang sangat berharga. Istilah ‘sehat itu mahal’, memang benar adanya, karena biaya pengobatan yang mesti dikeluarkan seorang pasien relatif tidak murah. Meskipun saat ini ada program kesehatan dari pemerintah berupa Kartu Indonesia Sehat yang menyasar bagi warga kurang mampu, serta kartu BPJS yang diangsur setiap bulan bagi penggunanya, toh kita masih mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat.

Tak dapat dipungkiri juga, kondisi alam yang sudah sedemikian rupa berubah, sedikit banyak turut andil dalam memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Isu global warming yang telah didengungkan beberapa tahun lalu menjadi isu utama yang mengakibatkan perubahan cuaca ekstrim dunia. Sehingga cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Namun apakah kondisi cuaca ekstrim saja yang mengakibatkan tubuh kita menjadi rentan terhadap penyakit? Tentu saja tidak, ada beberapa faktor yang mengakibatkan tubuh kita menjadi rentan terserang penyakit. Berkaca dari penyakit stroke yang diderita oleh ibuku semenjak 5 tahun silam, aku semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan.

Ibuku memiliki riwayat penyakit diabetes militus, atau penyakit gula. Pernah suatu ketika kadar gula darah ibuku mencapai angka di atas normal. Gejala yang dirasakan beliau adalah badan lemas, perut mual, dan kepala pusing. Ibuku tak berpikir jika gejala tersebut karena kadar gulanya tinggi, ibuku berpikir itu adalah gejala sakit maag yang memang sering ibuku rasakan. Dan dengan mengonsumsi obat dari resep dokter, Alhamdulillah ibuku sehat kembali. Beliau tak pernah jauh dari obat penurun gula darah sejak saat itu. Ya, ibuku menderita kencing manis atau istilah kedokterannya Diabetes millitus.

Sebenarnya tubuh kita otomatis telah mengeluarkan alarm tanda bahaya jika kita menghadapi suatu penyakit. Namun terkadang kita abai terhadap peringatan tubuh tersebut dan menganggap gejala tersebut hal yang remeh. Sampai pada akhirnya di pertengahan tahun 2014, ibuku terjatuh hingga tak sadarkan diri. Segera kami bawa beliau ke salah satu rumah sakit di Surabaya. Ternyata ada perdarahan di bagian kepala ibuku ditambah pula tekanan darahnya yang tinggi kala itu. Panik, stress, takut adalah perasaan yang aku rasakan kala itu. Segala doa kupanjatkan kepada Sang Maha Pemberi Karunia demi keselamatan ibuku.

Setelah dirawat secara intensif selama 20 hari di rumah sakit, ibuku berangsur-angsur membaik. Namun ada satu yang tak bisa kembali normal. Ibuku lumpuh separuh, tubuh sebelah kanan beliau tidak dapat berfungsi seperti sedia kala. Oleh dokter, ibuku terdiagnosis stroke.

Dari pengalaman ibuku, aku jadi tau bahwa ada beberapa penyebab yang menjadi pemicu stroke. Dalam kasus ibuku, pemicu stroke beliau berasal dari hipertensi,  kadar kolesterol yang tinggi, serta riwayat diabetes yang sudah beliau miliki. Dari mana semua penyebab itu muncul? Asalnya dari pola makan beliau yang kurang teratur dan kurang baik.

Dari kejadian ini aku mulai berpikir untuk merubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Ya, meskipun masih susah, karena masih suka jajan junk food. Namun setidaknya sudah mulai mengurangi. Apa saja yang mesti kita rubah agar hidup menjadi lebih sehat? Setidaknya ada 4 pola yang harus kita rubah mulai dari sekarang, jika ingin tubuh kita tetap sehat dan jarang sakit-sakitan.

Pertama, merubah pola hidup. Mulai tinggalkan gaya hidup yang tidak sehat seperti meninggalkan kebiasaan bermalas-malasan, meninggalkan kebiasaan merokok, meninggalkan kebiasaan begadang (kalau tiada artinya), dan meninggalkan minuman keras (bagi yang masih mengonsumsinya). Gantilah dengan kebiasaan yang lebih baik seperti berolah raga secara teratur, beraktivitas dengan kegiatan yang positif, beristirahat dengan cukup, mengonsumsi air putih lebih banyak alih-alih meminum minuman yang tidak berfaedah bagi tubuh.

Kedua, merubah pola makan. Mari mengganti junk food dengan healthy food. Bisa dimulai dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak konsumsi sayur, buah, kurangi konsumsi karbohidrat yang berlebihan, dan kurangi konsumsi makanan manis. Dan yang terpenting makanlah makanan dari harta yang didapat secara halal.

Ketiga, merubah pola pikir. ‘You are what you think’, jangan terlalu membabani pikiran dengan hal-hal yang tidak penting. Pikiran negatif hanya akan menambah tingkat kestressan. Jika stress memuncak maka akan mudah tersulut emosi. Maka ada baiknya juga belajar mengelola emosi diri. Lebih baik meningkatkan energi positif kepada diri sendiri, dan meninggalkan segala macam kecemasan yang belum tentu kepastiannya. Mengikuti sebuah kegiatan yang positif dan bermanfaat adalah salah satu caranya.

Keempat dan yang terakhir, merubah pola ibadah. Mulai sekarang cobalah untuk merubah cara beribadah kita yaitu dengan lebih memaksimalkannya. Jikalau kita sakit, hal pertama yang kita lakukan adalah berdoa kepada Sang Maha Penyembuh agar diangkat segala penyakit kita. Dimulai dengan melaksanakan salat fardu tepat waktu, mengisi kekosongan waktu dengan berzikir,  melakukan puasa, perbanyak  membaca dan mendengarkan Al Quran karena salah satu kelebihan Al Quran adalah sebagai penyembuh bagi segala macam penyakit yang kita derita.

Bagaimana, nampak susah untuk memulainya? Paling tidak mari memulai untuk merubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat menjadi kebiasaan yang lebih sehat. Sudah sepatutnya kita menjaga nikmat sehat yang telah dikaruniakan Allah kepada kita. Dengan tubuh sehat segala aktivitas akan berjalan lancar. benar begitu bukan?



Kamis, 05 Desember 2019

YOGYAKARTA, SELALU DI HATIKU



Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat,
penuh selaksa makna


Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Bait di atas merupakan sepenggal lirik dari lagu berjudul “Yogyakarta” yang dipopulerkan oleh grup musik KLA Project di era ‘90an. Lagu lawas tersebut selalu mengena di hatiku, pun hingga saat ini. Selalu ada kerinduan yang mendalam bagiku untuk mengunjungi kota istimewa, Yogyakarta.

Sebenarnya, apakah yang membuat kota yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya Jawa ini istimewa? Apalagi jika bukan suasana kotanya. Ya, suasana Kota Bakpia yang hangat dan bersahabatlah  yang menjadi daya tariknya. Aku bisa melihat cerminan wajah Indonesia sesungguhnya yang terkenal santun dan murah senyum di kota Yogayakarta ini. Coba saja berjalan-jalan di seputar Malioboro, jalanan paling terkenal di kota ini. Kita akan bertemu dengan pedagang-pedagang yang menjajakan dagangan mereka dengan penuh keramahan. Atau cobalah menuju tempat-tempat wisata budaya dan sejarah macam Keraton Yogyakarta. Di sana kita akan disambut oleh para abdi dalem serta tour guide yang sangat santun, ramah dengan tutur bahasa yang njawani.  

Hampir di setiap tahunnya aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke kota yang terkenal dengan gudegnya. Tak harus melulu ke Malioboro, ke keraton, atau ke candi-candi saja jika sedang bertandang ke Yogyakarta. Banyak sekali tempat wisata lainnya yang mengasyikkan untuk dikunjungi beramai-ramai. Entah itu wisata sejarah dan budaya, wisata alam, wisata belanja, atau wisata kuliner.

Bahkan saat ini banyak wisata-wisata alam baru yang giat dipromosikan oleh kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Taman Wisata Seribu Batu Songgo Langit yang berada di wilayah Bantul. Kita akan disambut dengan jajaran pohon pinus yang menguarkan aroma khas buah pinus sesaat tatkala memasuki wisata alam yang satu ini. Sejenak otakku seakan dipenuhi dengan asupan oksigen yang cukup untuk menyegarkan tubuh. Di sini kita dapat menikmati aktivitas outdoor berupa wahana flying fox. Bagi para pecinta selfie, akan sangat dimanjakan karena banyak spot-spot foto kece yang instagramable. Aku bersama para sahabatku tak mau ketinggalan untuk berwefie ria di wisata alam Songgo Langit.

Salah satu spot foto di wisata Taman Seribu Batu Songgo Langit.

Rumah Hobbit di wisata Taman Seribu Batu Songgo Langit

Tak jauh dari Taman Wisata Seribu Batu Songgo Langit, terdapat pula tempat wisata yang masih bertemakan hutan pinus, yaitu Hutan Pinus Mangunan. Jajaran pohon pinus kembali menyapa kedatangan aku bersama suami dan para sahabatku. Jalan menuju  hutan pinus sedikit menanjak, cukup untuk membakar lemak-lemak di badanku. Sekali lagi, tempat ini instagramable sekali. Sangat menyenangkan untuk dijadikan tempat mengabadikan momen-momen kebersamaan bersama sahabat.

Jajaran pohon pinus di
Taman Pinus Mangunan

Akrab bersama sahabat

Berdua lebih indah

Mengabadikan momen-momen kebersamaan
di spot-spot selfie/wefie yang menarik di Taman Pinus Mangunan

Pengalaman seru berwisata di Yogyakarta juga aku rasakan ketika mengunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo yang masih berlokasi di sekitar Bantul. Di tempat ini aku merasa sedang berada di padang pasir, karena sejauh mata memandang kita hanya disuguhi pemandangan gundukan pasir. Nah, ada yang menarik di wisata Gumuk Pasir, kita bisa menjajal kemampuan untuk bersandboarding. Iya, berseluncur namun di atas pasir. Saking serunya hingga membikin suamiku ketagihan untuk terus mencobanya. Jatuh, bangun lagi, begitu seterusnya hingga berhasil.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Serasa di padang pasir 
(Gumuk Pasir Parangkusumo)

Melompat lebih tinggi di
Gumuk Pasir Parangkusumo


Menjajal kemampuan sandboarding di Gumuk Pasir

Namun segala keseruan liburanku ke Yogyakarta akan kurang maksimal jika tidak dilakukan bersama keluarga tercinta atau dengan sahabat karib. Dan jika berlibur ke Yogya hanya sehari saja juga dirasa takkan cukup, karena banyak sekali tempat-tempat wisata  menarik yang ditawarkan kota ini. Tentu saja kita membutuhkan hotel atau penginapan yang bersih, nyaman, lega dan pastinya murah.

Tidak perlu bingung, tidak perlu ribet. Di era digital yang serba online, sekarang tak perlu repot-repot lagi untuk mencari hotel atau penginapan. Kini telah hadir jaringan hotel terbesar yang menyediakan 1000+ hotel di Indonesia, apalagi jika bukan  OYO Hotels Indonesia. Cukup klik saja website OYO di https://www.oyorooms.com/id/ atau bisa juga download aplikasinya di playstore atau appstore. Di sana kita bisa mencari berbagai macam tipe hotel atau penginapan yang sesuai dengan budget, fasilitas, atau lokasi yang diinginkan. Jaringan layanan hotel OYO sudah tersebar di 100 kota di Indonesia. Jika ingin berlibur ke Yogyakarta, tinggal pilih saja menu pilihan kota di website OYO atau klik https://www.oyorooms.com/id/hotels-in-yogyakarta/. Maka akan terpampang puluhan hotel atau penginapan, lengkap dengan harga dan detail-detail lainnya. Di situs OYO juga terdapat artikel panduan pilihan destinasi wisata di Yogyakarta loh, bisa klik di di sini  atau di sini . Sangat memudahkan bukan?


Tampilan website OYOrooms.com


Gunakan fitur filter untuk mengatur pencarian hotel yang diinginkan

Menariknya lagi, kita akan mendapatkan diskon yang cukup besar jika mencari hotel atau penginapan di OYO Hotels Indonesia. Jangan khawatir, harga penginapan yang ditawarkan OYO juga sangat ramah di kantong. Hotel nyaman, harga bersahabat, hati puas. Akan lebih girang lagi apabila aku berhasil mendapatkan voucher diskon 70% dari OYO Hotels Indonesia. Otomatis aku akan langsung menginap di salah satu hotel jaringan OYO Hotels Indonesia di Yogyakarta. Tak lupa aku akan mengajak serta suami dan anak-anak untuk berlibur selama beberapa hari di Kota Pelajar ini. Kita akan mengeksplorasi kota Yogyakarta dan sekitarnya bersama-sama. Sudah dapat kubayangkan  ekspresi bahagia anak-anakku ketika berlibur dan menghabiskan waktu bersama abi serta bundanya.

Seperti tagline yang diusung oleh OYO Hotels Indonesia “Dekat Di Mata, Dekat Di Hati, Dekat Di Jari”, bagiku kota Yogyakarta meskipun jauh di mata, namun selalu dekat di hati dan dekat di memori. Seberapapun seringnya aku ke Yogyakarta, aku takkan pernah bosan untuk menuju ke sana lagi.

Nah, bagi teman-teman yang ingin berlibur ke kota-kota di Indonesia jangan sedih jangan gusar ketika ingin mencari hotel yang nyaman namun tetap terjangkau harganya. Percayakan saja kepada OYO Hotels Indonesia. Jangan lupa untuk memfollow akun sosial media OYO Hotels Indonesia di instagram @oyo.indonesia, serta twitter @oyoindonesia, untuk mendapatkan info-info menarik serta promo-promo heboh lainnya. Liburan tetap seru, istirahat tak perlu ragu. Selamat berlibur bersama OYO Hotels Indonesia!

#pastiadaoyo 
#oyoindonesia
#oyoblogcompetion
#oyohotelsindonesia


Bukti screenshoot telah memfollow
akun OYO Hotels Indonesia di twitter
Bukti screenshoot telah memfollow
akun OYO Hotels Indonesia di instagram







Selasa, 03 Desember 2019

ANAK GEMBALA YANG TERTIDUR PANJANG DI AKHIR ZAMAN (RCO 6 TINGKAT 2)



Judul novelnya memang terlihat cukup panjang, “Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman”. Novel yang menjadi pemenang kedua Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta di tahun 2018 ini serta merta menarik perhatianku tatkala sedang sibuk mencari novel yang cocok untuk dibaca dan diulas untuk RCO batch 6 komunitas ODOP. Apa yang membuat novel ini menjadi pemenang kedua sayembara tersebut? Tema apa yang diusung oleh sang penulis? Magnet apa yang membuatku ingin membelinya? Pertanyaan-pertanyaan itu otomatis muncul di benakku.

Di bagian blurb, dituliskan bahwa novel “Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman” menuturkan kisah Rara Wilis dan Suko Djatmoko. Rupanya novel ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Menariknya lagi, novel ini mengangkat tema seks, agama, keimanan, pelacuran, dan epos Mahabarata. Hmmm, apa yang membuat semua tema itu berkelindan dalam satu buku novel ini?

Novel ini dibuka dengan munculnya sesosok tokoh bernama Mbok Wilis. Dia digambarkan sebagai seorang yang feminin, berbadan tambun, berambut panjang, dan gemar bersolek. Kegemarannya berdandan dilukiskan melalui meja rias Mbok Wilis yang ramai sekali, ‘Berbagai jenis kosmetik berjejalan di atas permukaan meja yang tidak terlampau lebar itu’ (halaman 15).

Mbok Wilis atau Rara Wilis, ternyata adalah seorang waria yang berprofesi sebagai pelacur yang mangkal di area sekitaran kota Semarang. Pamor Mbok Wilis sebagai waria dan mucikari paling top sudah terkenal di dunia malam pelacuran, dia adalah Ratu Simpang Lima. Mbok Wilis memiliki sifat yang tegas serta cerewet layaknya wanita tulen. Namun dia juga sosok yang welas asih, dan sensitif. Tak jarang dia mengeluarkan air mata ketika dia ditinggal pergi atau disakiti oleh lelaki yang disayanginya. Lucunya, Mbok Wilis akan mengingat Tuhan dalam keterpurukan kondisinya.

Hingga pada suatu masa, Mbok Wilis ingin melakukan pertobatan, dia ingin melepaskan predikat pelacur dan ratu waria yang disandangnya. Dia juga ingin melepaskan diri dari jerat iblis yang menyaru menjadi manusia bernama Haris. Dia ingin menjadi manusia yang kembali menjalani kodratnya sebagai seorang pria. Tampaknya jalan menuju pertobatan penuh liku dan cobaan.

Di sisi lain, muncul pula tokoh bernama Suko Djatmoko Purwo Carito. Dikenal pula sebagai Pak Wo. Seseorang yang sangat menyukai cerita pewayangan yang kesehariannya menjalani profesi sebagai pedagang jamu keliling. Dia menjajakan jamunya sambil bertablig, mensyiarkan agama Islam. Ya, dia mantan orang berlumur dosa. Namun kini dia telah menemukan jalan hidupnya kembali. Seorang yang sabar dalam menghadapi segala dera dan cobaan hidup. Pak Wo menerima segala cibiran orang-orang di sekitarnya, bahkan keluarga terdekatnya dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.

Pak Wo telah bertobat untuk menjadi seorang muslim yang taat. Namun rupanya, menjadi seorang muslim yang taat saja belum cukup baik di mata orang-orang. Tudingan sebagai penganut ajaran Islam yang salah dan sesat selalu diujarkan kepada Pak Wo.

Novel ini cukup membuatku bergidik jijik tatkala membaca beberapa bagian yang menggambarkan tokoh Rara Wilis sedang melacur. Penulis menceritakan aktivitas seksual menyimpang Rara Wilis bersama pelanggannya dengan cukup detil. Tetapi ada juga bagian yang membuatku ikut gemas dengan perlakuan Haris, si tokoh antagonis, kepada Rara Wilis.

A. Mustafa sebagai sang penulis novel, ikut mengaitkan epos Mahabarata dengan kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih ke dunia. Menurut novel ini ada kemiripan antara Kresna, Sang Avatara dewa dengan Imam Mahdi dan Al Masih. Hal yang mungkin akan memicu kontroversi bagi pembaca novel ini.

Belum lepas keterkejutanku dengan hubungan antara cerita wayang Mahabarata denagn kehadiran Al Mahdi dan Al Masih, aku juga dibuat bergidik kembali dengan hikayat babi yang merupakan sebuah kiasan tentang kehidupan manusia yang 'kotor' dan berkubang dosa. Menurut hematku, sebaiknya novel ini dinikmati oleh pembaca yang telah matang jasmani, rohani, dan religinya. (Itulah mengapa novel ini diperuntukkan bagi pembaca berusia 19+)

Adakah niatan tobat Rara Wilis bisa terwujud? Apakah ajaran Islam yang dianut teguh oleh Pak Wo yang membuatnya dicap sebagai muslim yang sesat? Apakah hubungan antara Rara Wilis dan Pak Wo? Temukan semua jawabannya di dalam novel yang beralur maju-mundur ini. Selamat membaca.

Sedikit spoiler percakapan antara Rara Wilis dan Haris yang membuatku ikut geram dengan kelakuan Haris (hihihi).


Rating buku : 4/5

Identitas Buku

Judul         : Anak Gembala Yang Tertidur Panjang Di Akhir Zaman
Penulis          : A. Mustafa
Penerbit        : Shira Media
Tahun terbit : 2019
Genre             : Fiksi dan Literatur
ISBN               :978-602-5868-80-1
Tebal              : 354 halaman

#RCO6_tingkat2
#komunitas_odop
#odop_batch7
#mengulas_tokoh_utama_novel

Senin, 02 Desember 2019

CATCALLING


Pernahkah mengalami suatu pengalaman pahit disiulin, atau iseng dipanggil-panggil namanya, atau digodain oleh pria-pria tak dikenal di jalan atau di ruang publik lainnya? Jika pernah, berarti anda menjadi korban catcalling. Catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual secara verbal.

Korban catcalling biasanya adalah para wanita. Bentuk catcalling dapat  berbentuk siulan atau panggilan ‘Hai cantik’, ‘Hai manis’, ‘Cewek, kenalan dong’ dengan maksud menggoda. Pelakunya sebagian besar adalah lelaki iseng yang biasanya sedang bergerombol. Kebiasaan catcalling masih dianggap tindakan yang lumrah di kalangan masyarakat kita, padahal tindakan catcalling jika dibiarkan bisa menjadi bibit kekerasan seksual.

Tindakan catcalling sangat meresahkan masyarakat dan yang dirugikan lagi-lagi adalah kaum Hawa. Wanita selalu yang disalahkan, karena gaya pakaian wanita yang selalu memancing kaum pria untuk menggoda. Namun nyatanya catcalling terjadi bukan karena pakaian yang dikenakan oleh kaum wanita, melainkan karena kaum pria memandang wanita sebagai obyek pelecehan. Pria masih menganggap bahwa wanita adalah makhluk yang lemah dan menganggap siulan yang dilontarkan kepada korbannya hanyalah candaan yang wajar-wajar saja. “Kalau perempuan berdandan seperti apapun, serapi apapun, setertutup apapun, kalau cara pandang masyarakat, dalam hal ini adalah pelaku, dalam hal ini adalah laki-laki, itu tidak berubah cara pandangnya, sama saja menurut saya” pendapat  Budi Wahyuni yang merupakan Wakil Komnas Perempuan dalam wawancaranya dengan Net Stories untuk Net TV.

Belum adanya undang-undang yang menjerat pelaku catcalling, membuat para korbannya belum dapat menerima perlindungan hukum jika tertimpa masalah ini. Dari hasil survey yang dilakukan oleh Hollaback! Jakarta di tahun 2018, sebanyak 17% pelecehan seksual di ruang publik yang dialami responden adalah dalam bentuk siulan atau suitan, dan 12% dalam bentuk komentar bentuk tubuh. Ini sangat disayangkan karena si korban hanya bisa diam saja dengan menghindari siulan para catcaller. Padahal sang pelaku tidak menyadari dampak psikologis yang dirasakan oleh korban. Para korban pelecehan bisa mengalami kondisi tidak aman, tidak nyaman, merasa marah, bahkan merasa dipermalukan.

Sumber : kanal YouTube Hollaback! Jakarta

Maka dari itu banyak kampanye edukasi yang dilakukan untuk menyuarakan agar tidak melakukan tindakan catcalling di ruang publik, yang dapat berujung pada tindak kejahatan seksual. Seperti kampanye yang dilakukan oleh Hollaback! Jakarta melalui sosial media yaitu dengan memberikan informasi apa saja bentuk-bentuk pelecehan, membagi cerita-cerita dari korban pelecehan di laman Hollaback! Jakarta untuk mendorong orang lain agar berani bersuara.

Adapun beberapa tips untuk mengindari godaan iseng dari para catcaller yang bisa kita terapkan.
1. Berjalanlah dengan percara diri
Jangan hiraukan panggilan iseng yang dilontarkan catcaller, anggap saja angin lalu. Mereka akan capek-capek sendiri jika kita cuek dan tidak meladeni tindakan iseng tersebut.

2. Berikan teguran tegas kepada pelaku catcaller
Bagi para wanita yang bernyali, silahkan berikan teguran keras kepada pelaku. Tidak ada salahnya jika kita balik mengintimidasi mereka, misalnya dengan memotret wajah mereka dan mengancam akan melaporkan mereka ke pihak berwajib.

3. Menyibukkan diri untuk mengalihkan perhatian
Sibukkan diri, terutama ketika kita, para wanita khususnya, sedang berjalan seorang diri. Mendengarkan musik dan bersenandung bisa dijadikan alternatif untuk mengalihkan perhatian. Atau bisa juga dengan membawa buku favorit sebagai bahan bacaan yang siap dibaca kapan saja ketika di ruang publik.

4. Lakukan hal-hal aneh yang membuat para catcaller berhenti untuk menggoda

Itulah beberapa tips yang dibagikan oleh “Net Stories: Serba-Serbi Catcalling di Indonesia” (Net 12) di kanal YouTube Official Net News.

Teruntuk para kaum Hawa, tetaplah waspada dan berhati-hati ketika sedang berada di ruang publik. Berdoalah kepada Sang Maha Pencipta sebelum kita memulai segala aktivitas apapun. Dan teruntuk para pelaku catcaller, mulai sekarang berpikirlah sebelum melakukannya. Ingatlah apa yang kalian lakukan adalah tindakan yang kurang terpuji. Semua perilaku buruk kita kapada sesama manusia pasti ada ganjarannya. Waspadalah!

Sumber tulisan:
NET Stories: Serba Serbi Catcalling di Indonesia - NET12
Hasil Survei Pelecehan di Ruang Publik Akan Membuat Kamu Kaget!