Sabtu, 02 Mei 2020

BUMBU KASIH ALA MBA ASIH


Akhirnya setelah beberapa purnama aku tak mengisi tulisan di blogku, kini aku hadir kembali. Terimakasih teruntuk ODOP jurusan Blogger Squad (jurusan, macam angkot aja ya), karena tantangan ini memaksaku untuk menulis kembali di blog.

Ok,  kali ini ODOP Blogger Squad memberikan tantangan kepada para pesertanya untuk mereview blog peserta lainnya. Jadi setiap peserta dibebaskan untuk mencari pasangan hidup, dan mengulas isi blog pasangannya.

Nah, bingung aku. Mau mengajukan diri dan mengajak peserta OBS kutak sanggup, karena malu. Dua blog yang kumiliki tampilannya masih biasa banget, standar, blog pertama nichenya gado-gado, rame pokoknya, blog kedua nichenya kuliner, tapi isi tulisannya cuma beberapa  biji saja,  apanya yang mau diulas coba. Hiks. Yang lain sudah pada paham SEO, DA-PA, TLD, self hosted, aku mah masih tolah-toleh. Ya Allah apa aku lemot ya?

Hingga di suatu siang hari yang cerah dan panas (dan masih dalam kondisi puasa Ramadan tentunya), tetiba muncul nomor tak kukenal di notifikasi whatsappku. Ketika kubaca, itu adalah tawaran menjadi partner untuk berpartner untuk tantangan OBS, dari mba Asih. Omo omo omo. Kuterkejut, karena ada yang berminat untuk berpasangan denganku. Aaah, pengen kupeluk mba Asih, namun social distancing melarangku untuk melakukannya.

Yeay, tak perlu berlama-lama, hyuk langsung aja aku review blog mba Asih ya.
Jujur saja aku baru mengenal mba Asih, ya ketika mba Asih mengajakku menjadi pasangan untuk tantangan OBS. Sebelumnya aku mau bilang,  salam kenal ya mba. Kalau sudah kenal semoga tambah sayang *loh.


Mba Asih, atau lengkapnya Mba Asih Mufisya adalah teman seangkatanku di komunitas ODOP batch 7 (yang aku kira mba Asih ini seniorku, hihihi). Mba Asih memilih blogspot sebagai platform blognya. Kita bisa temukan tulisan mba Asih di https://bumbukasih.blogspot.com/.

Blog mba Asih yang kuulas kali ini tergolong masih fresh ya, karena jika dicek dari artikel pertama yang diunggah tertanggal 3 Januari 2020. Sepertinya blog ini dibuat karena mba Asih ingin mengkhususkan blognya untuk mengikuti program Odop Blogger Squad. Meskipun demikian mba Asih sudah memiliki alamat blog yang lainnya, dan telah menjadi blogger semenjak tahun 2016.

Ada 9 artikel yang telah diterbitkan di blog mba Asih. Dan blog berjudul BUMBUKASIH miliknya berniche khusus membahas tentang parenting. Niche parenting, terutama yang membahas tentang ibu dan anak, dalam dunia perbloggeran termasuk niche yang banyak dicari oleh para peselancar internet. Karena semakin banyak ibu-ibu yang ingin mencari informasi seputar permasalahan anak-anak, entah mengenai tumbuh-kembang anak, masalah kesehatan anak, atau mencari tips membesarkan buah hatinya.


Dari 9 isi tulisan dalam blog BUMBUKASIH milik mba Asih, 8 tulisannya membagikan tips dan trik untuk para ibu dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan pada bayinya. Ada artikel tentang trik menenangkan bayi yang sedang menangis, tips memandikan bayi, tips mengatasi bayi yang sedang pilek. Menarik bukan?


Dijelaskan pula oleh mba Asih, bahwa postingan yang dia tulis berdasarkan pengalaman pribadi, pendapat para ahli, serta dari sumber yang jelas.Jadi bisa dibilang blog ini sangat cocok ditujukan untuk para mama-mama muda yang baru saja memperoleh buah hati ya. Nah, blog bumbukasih ini bisa menjadi salah satu referensi yang bagus nih.

Secara tampilan blog, bumbukasih masih menggunakan template bawaan dari blogspot. Tampilan yang dipilih adalah tampilan halaman dengan background putih dan pembaca bisa langsung memilih artikel yang telah diposting oleh mba Asih. Karena bertema parenting, foto-foto di setiap artikel yang dipilih juga lucu-lucu, yaitu foto para bayi yang wajahnya bikin gemash.

Dan demikianlah ulasan yang dapat aku sampaikan untuk blog BUMBUKASIH milik mba Asih. Selayaknya motto hidup Mba Asih "Man jadda wa jadda. Hidup adalah anugerah yang perlu dinikmati dengan penuh rasa syukur. Maka jadikan masa kehidupan ini dengan suatu hal yang bermanfaat," maka harapannya terhadap blog miliknya adalah semakin mengasah kemampuan menulisnya agar bisa terus lebih baik lagi dan bisa meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi para pembacanya. 

Doaku, semoga blog teman baruku ini akan semakin berkembang dan bisa mengahasilkan pundi-pundi uang ya mba. Sambil menyelam, nangkap ikan, hihihi. Sekali lagi jangan lupa untuk kunjungi blog milik mba Asih di https://bumbukasih.blogspot.com/

Selamat menikmati tulisan mba Asih ya ODOPers.

Rabu, 19 Februari 2020

ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI, LEBIH TAU KAPAN ENGKAU HARUS BAHAGIA


Setiap umat yang masih diberi nikmat menghirup udara di dunia ini pasti ingin merasakan kebahagiaan dalam hidup. Siapa sih yang tidak ingin hidup bahagia? Lalu bagaimana sebenarnya definisi hidup yang bahagia itu? Hidup berkecukupan materi? Hidup menggenggam kekuasaan? Atau hidup dengan penuh kesyukuran?

Namun, selama manusia hidup di dunia, tidak melulu kebahagiaan yang akan dia terima. Allah azza wa jalla pasti akan memberikan ujian bagi hamba-hamba-Nya. Tidak ada satupun manusia yang luput dari ujian dan cobaan. Bahkan Rasulullah, sebagai hamba pilihanpun, hidupnya penuh dengan ujian yang berat.

Lalu, apa yang akan dilakukan ketika kita didera berbagai macam ujian yang datang silih berganti? Akankah menyalahkan Allah, menyalahkan keadaan, atau menyalahkan orang lain? Ketahuilah, tidaklah Allah memberikan ujian adalah karena ingin melihat seberapa besar ketakwaan seorang hamba kepada Allah. Allah telah memberikan jaminan akhir yang bahagia bagi orang-orang yang bertakwa, seperti yang telah tertulis di QS. Al A’raf 128, 
“Musa berkata kepada kaumnya: Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Dan yakinlah, bahwa janji Allah itu benar.

Seberat apapun masalah yang diberikan oleh Allah, asal kita bertakwa kepada Allah, pasti akan diberikan jalan keluar oleh-Nya. Dan apabila kita tertimpa suatu masalah, hal pertama yang kita lakukan adalah berdoa. Masalah datang dari Allah, maka mendekatlah kepada Sang Maha Pengabul doa jika ingin keluar dari suatu masalah.

Selanjutnya adalah bersabar. Anggaplah kesabaran dalam menghadapi ujian adalah sebuah tabungan kita, karena orang yang bersabar akan mendapatkan pahala tanpa batas. Seperti yang difirmankan Allah di QS. Az Zumar: 10, 
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Dan ketika hidup terasa penuh dengan masalah, lakukanlah hal ini, yaitu mendoakan kebaikan bagi saudara-saudara kita sesama muslim. Seperti sabda Rasulullah, 
“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.” 
(HR. Muslim)

Di setiap ujian dan cobaan pasti ada hikmah yang dapat kita petik. Selalu berhusnuzan kepada Sang Khalik, karena Allah tau yang terbaik untuk hamba-Nya. Sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada-Nya, sebaiknya kita berdoa, bersabar, bertawakal dalam menghadapi setiap ujian dari Allah azza wa jalla. Ikuti alurnya, nikmati prosesnya, karena Allah Yang Maha Mengetahui, lebih tau kapan kita harus bahagia.


(Dikutip dari kajian khusus muslimah di swalayan Gajah Mada pada tanggal 10 Januari 2020 yang dipandu oleh Ustaz Armedi Raharja , dengan judul yang sama.)


Jumat, 14 Februari 2020

BERHIJRAH, DARIMANA AKU HARUS MEMULAINYA?

Kajian khusus muslimah kali ini bertema hijrah, dan dipandu oleh Ustaz Armedi Raharja. Akhir-akhir ini kata-kata hijrah sering sekali muncul di berita-berita, seperti hijrah finansial, hijrah para artis, hijrah produk, dan hijrah-hijrah yang lainnya. Hijrah, apa sebenarnya hijrah itu?

Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu hijrah, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah melaksanakan semua perintah Allah dengan baik dan benar? Sudahkah kita menjauhi larangan-larangan Allah? Atau kita masih melanggar apa-apa yang jelas-jelas dilarang oleh Allah? Padahal setiap perbuatan maksiat yang kita lakukan pasti akan ada konsekuensinya.

Kadangkala ketika tertimpa suatu musibah, kita menyalahkan keadaan atau menyalahkan orang lain. Lantas pernahkah kita mengoreksi diri sendiri, jika musibah yang kita terima semata-mata karena dosa yang pernah kita buat.

Namun, bukan hal yang sulit bagi Allah memberikan suatu hidayah kepada hamba-Nya. Dan ketika hidayah itu datang kepada seseorang, itu adalah sebuah nikmat, karena datangnya hidayah adalah bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya. Berhijrah adalah salah satu bentuk hidayah Allah.

Hijrah, secara harfiah berarti meninggalkan. Hijrah secara pengertian memiliki dua makna.
Yang pertama ‘Hijrah Fisik’ yang memeiliki makna berpindah tempat dari suatu wilayah yang banyak fitnah, ke wilayah yang lebih baik.

Yang kedua adalah ‘Hijrah Maknawi’ yang memiliki makna meninggalkan segala macam kemaksiatan untuk menuju ketaatan dan berjanji tidak kembali kepada kemaksiatan tersebut. Seperti sabda Rasulullah, “Orang-orang yang berhijrah dengan sesungguhnya adalah orang-orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah” (HR. Bukhari Muslim).

Tak sedikit dari saudara, teman, sahabat, atau keluarga kita yang masih kebingungan tentang bagaimana cara untuk mulai berhijrah. Berikut langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk berhijrah.

Langkah pertama, taubatan nasuha. Yaitu dengan memohon ampunan hanya kepada Allah azza wa jalla. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun. Allah mampu mengampuni segala dosa hamba-hamba-Nya, kecuali satu, dosa syirik. Seperti yang tertulis dalam QS A Zumar: 53 yang artinya, “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Cara melakukan taubatan nasuha yaitu :
1.        Menyesali segala bentuk kemaksiatan yang pernah kita perbuat,
2.        Berhenti melakukan kemaksiatan,
3.        Berazam (bertekad) kuat,
4.        Mengganti kemaksiatan dengan perbuatan baik,
5.        Menuntaskan tanggungan (jika berkenaan dengan hubungan antara sesama manusia), misalnya dengan meminta maaf, mengembalikan haknya, dan membicarakan kebaikan-kebaikannya.

Langkah kedua, hijrah ikhlas karena Allah. Selalu luruskan niat perbuatan kita karena Allah. Jangan melakukan hijrah karena manusia. Jikalau demikian, seiring dengan berjalannya waktu perbaiki niat kita hanya karena Allah.

Langkah ketiga, bersabar. Jika sudah berhijrah, bukan berarti kita akan terbebas dari ujian ataupun cobaan hidup. Allah pasti akan menguji hamba-hamba-Nya, karena sesungguhnya Allah ingin mengetahui kesungguhan kita dalam berhijrah. Dan seorang hamba yang taat, akan bersabar dari segala macam ujian yang ditimpakan oleh Sang Khalik.

Langkah keempat, mencari komunitas-komunitas yang positif. Karena seseorang itu tergantung dengan siapa dia bergaul, maka dari itu  carilah tempat-tempat yang mendukung kita untuk tetap istikamah dalam berhijrah, misalnya rutin mengikuti kajian-kajian ilmu (majelis taklim).

Langkah kelima, mencari ustaz yang terpercaya dan mumpuni ilmu agamanya. Kita perlu mencari ilmu syariah dari ustaz yang benar-benar memahami ilmu agamanya, Jadi perlu berhati-hati jangan sampai kita salah dalam menimba ilmu agama.

Langkah keenam, membuat skala prioritas. Hal utama yang kita lakukan setelah berhijrah adalah membenahi tauhid dan akidah. Kemudian dilanjutkan memperbaiki hal-hal yang lainnya.

Langkah ketujuh, mencari tau sebab-sebab orang masuk neraka. Sebab seseorang masuk neraka adalah karena dua hal, yaitu:
1.        Fitnah subhat, orang yang tidak mengetahui halal-haram atau tidak mengetahui baik-buruk, serta orang yang melakukan ibadah, namun salah dalam mengerjakannya
2.        Fitnah syahwat, orang yang telah mengetahui kebenarannya, namun masih melakukan kemaksiatan

Langkah terakhir, memperbanyak doa kepada Allah azza wa jalla. Tiada Tuhan yang wajib kita sembah selain Allah, Dialah yang Maha Mengabulkan doa-doa kita. Allah yang Maha Mengetahui isi hati kita, jadi teruslah berdoa kepada Zat yang Maha Membolak-balikkan hati manusia agar selalu berada di jalan-Nya.

Berhijrah bukan hanya sekadar meninggalkan kemaksiatan saja, tetapi kita dituntut untuk tidak kembali lagi kepada kemaksiatan. Mari berhijrah di segala aspek kehidupan secara kafah. Allah telah menjanjikan ampunan dan mengganjar surga bagi siapa saja yang mau berhijrah.

Mari berhijrah, dengan berhijrah in syaa allah kita akan menemukan ketenangan hidup. Jangan menunda-nunda untuk berhijrah, semakin lama kita menundanya akan semakin keras hati kita. Semoga Allah, Maha Pemberi Karunia, memberikan kemudahan jalan bagi orang-orang yang berhijrah. Wallahu’alam.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 
(QS Al Baqarah: 218)

Jumat, 07 Februari 2020

MENGOLOK-OLOK DAN BERSENDA GURAU TERHADAP AGAMA ALLAH, APA JADINYA?


Assalamualaikum, wah sudah lama sepertinya aku tidak menulis tulisan tentang kajian agama ya. Sebenarnya ada beberapa materi kajian yang siap untuk kubagikan, tapi ke(sok)sibukanku di dunia nyata lagi-lagi menyita waktu menulisku.

Oke, karena ini hari Jumat, maka akan membagikan materi kajian yang bertema  ‘Mengolok-Olok Dan Bersenda Gurau Terhadap Agama Allah’. materi kajian agama kali ini dipandu oleh Ustaz Subhan yang menukil dari kitab Nawakidhul Islam, yaitu kitab yang menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi pembatal-pembatal keislaman seseorang.

Dijelaskan oleh Ustaz Subhan, bahwa salah satu pembatal keislaman seseorang aalah karena menjadikan agama Allah sebagai bahan olok-olok.  Akhir-akhir ini memang banyak sekali dijumpai orang-orang yang menjadikan agama Allah yang suci ini sebagai bahan guyonan atau permainan. Secara sadar atau tidak, kadangkala kita menemukan olok-olokan tentang agama Islam baik di dunia maya (sosial media) maupun di dunia nyata.

Lalu bagaimana hukumnya jika sesorang tersebut mengolok-olok atau bersenda gurau terhadap agama Allah? jawabannya sudah pasti berdosa, dan lebih parahnya, syahadat yang telah diucapkan seorang hamba tersebut akan batal (menjadi kafir). Astaghfirullah, nauzubillahiminzalik ya teman-teman. 

Dikisahkan di zaman  Rasulullah, ada seorang lelaki yang berada di dalam sebuah majelis bersama para sahabat Rasul, dan Rasul kebetulan tidak berada di sana. Kemudian lelaki tersebut berkata di hadapan para sahabat yaitu, “ Tidaklah aku melihat semilsal mereka yang membaca Al Quran, namun perut mereka buncit , lisan mereka selalu berdusta, dan mereka pengecut ketika berada di medan perang.”

Lalu Abdullah bin Ummar menjawab perkataan orang tersebut dengan, “Omonganmu itu dusta dan kamu adalah seorang munafik. Sungguh ucapanmu akan kusampaikan kepada Rasulullah.”

Dan karena itulah Allah menurunkan firman-Nya dalam Al Quran surat At-Taubah ayat 65-66.

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" (At-Taubah: 65)

“Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah: 66)

Bahkan pernah suatu kali Rasulullah mendoakan kejelekan pada orang yang telah menaruh kotoran di punggung beliau tatkala beliau salat. Beliau meminta kepada Allah agar orang tersebut meninggal karena diterkam hewan buas. Dan dikabulkanlah doa beliau oleh Allah azza wa jalla. Jadi berhati-hatilah jika akan menggunakan agama Allah sebagai bahan senda gurau.

Adapun intisari yang dapat kita ambil dari Al Quran surat At-Taubah ayat 65-66 adalah:
1.    Bahwa Allah adalah Al Alim, yaitu Zat yang Maha Mengetahui apapun yang terjadi di atas bumi. Seperti yang tertulis di dalam Al Quran Surat Hud ayat 123.
“Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (Hud: 123)
2.    Bahwa hukum Rasulullah adalah hukum Allah. Sebagai umat yang beriman kepada Allah dan RasulNya, sudah sepatutnya kita mentaatinya. Kita tidak boleh memilah atau memilih salah satu dari hukum ketetapan tersebut karena itu adalah satu kesatuan. Jika kita taat kepada Allah secara otomatis kita harus taat kepada Rasulullah, dan jika tidak mentaati salah satunya maka tidak akan sempurna agama kita.
3.    Pentingnya menjaga lisan seseorang. Jika seseorang tidak mampu mengucapkan hal-hal yang baik, alangkah indahnya jika seseorang tersebut diam.

Ada beberapa penyebab seseorang menjadikan agama Allah sebagai bahan olok-olokan. Diantaranya adalah :
1.    Karena hasad atau iri yang timbul dalam dirinya.
2.    Karena bodoh. Yaitu orang yang mengaku Islam, namun dia tidak mengetahui hukum-hukum syariat agama.
3.    Karena kebencian terhadap agama Allah dan dia tampakkan kebenciannya dalam bentuk perilaku.
4.    Karena seseorang itu menyerupai orang kafir. Maka dari itu kita sebagai muslim dilarang untuk meneladani orang-orang kafir.
5.    Karena sebab dunia dan perhiasannya. Maka dari itu, janganlah hanya mengejar dunia saja, ingatlah juga kehidupan akhirat. Karena sejatinya, kehidupan yang sesungguhnya adalah kelak di akhirat.

Jadi, janganlah pernah sesekali mengolok-olok atau menjadikan agama Allah sebagai candaan, karena akan menjadikan orang tersebut kafir. Ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi segala perbutan kita di dunia. Akan ada malaikat-malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia. Berbuatlah baik semampu kita, jauhi maksiat, dan selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun. Wallahualam.

Senin, 23 Desember 2019

RADEN PATAH SANG SULTAN DEMAK (BAGIAN 1)


Mendung menggelayut di wajah Baginda Raja Brawijaya V, Bhre Kertabhumi sang penguasa bumi Majapahit. Dirinya sedang dilanda kegalauan yang amat sangat. Permaisuri tercintanya, Ratu Dwarawati, mengajukan permintaan yang terasa sulit untuk dia luluskan. Bagaimana tidak, sang ratu Majapahit memohon kepadanya untuk mengirim selirnya, Putri Siu Ban Ci, yang tengah mengandung jabang bayinya kembali ke tanah kelahirannya, negeri Campa.

Raja Majapahait menatap penuh cinta kepada sang selir yang sedang tertidur pulas di sampingnya malam itu. Pikirannya melalanglang buana entah kemana. Di satu sisi dia sangat mencintai Putri Siu Ban Ci, namun di sisi lain dia juga sangat menyayangi permaisuri yang telah setia mendampingi hidupnya, meskipun tanpa kehadiran seorang anak dari rahimnya. Dan kini kehadiran buah hati diidam-idamkan sang raja akan terlahir ke dunia, tetapi kehadirannya malah memunculkan kecemburuan sang ratu.

“Yang Mulia Baginda Raja, maafkan kalancangan hamba jika harus membuat Baginda memilih,” kata sang Ratu Majapahit kala itu di hadapan Bhre Kertabhumi yang sedang berada di singgasananya.
“Apakah tidak ada pilihan lainnya Adindaku tercinta? Permintaan itu terlalu sulit untuk kuiyakan. Usia kandungan Putri Siu Ban Ci telah memasuki usia 6 bulan. Alangkah baiknya jika sang putri melahirkan putranya terlebih dahulu, bukankah demikian Adinda?” jawab sang raja mencoba menawar keinginan sang ratu.

Namun keinginan ratu telah bulat, tanpa tedeng aling-aling dia ingin si selir itu pergi dari tanah Majapahit. Rasa cemburunya terlalu besar untuk dibendung. Dia bahkan tak memedulikan nasib sang jabang bayi di kandungan ibunya.

“Maaf, Baginda Raja hanya memiliki dua pilihan saja. Memilih hamba yang kembali ke rumah orang tua hamba atau Baginda Raja mengembalikan Putri Siu Ban Ci ke negeri Campa,” jawab Ratu Dwarawati lembut namun penuh ketegasan.

Berhari-hari, di atas singgasananya sang raja berpikir keras. Pun hingga malam ini. Meskipun sang raja telah membuat keputusan, tetapi hatinya tak tega untuk mengutarakan niatnya kepada putri cantik jelita itu. Sambil menghela napas berat, dia elus rambut hitam legam sang putri kerajaan Campa itu, mungkin untuk terakhir kalinya.

Keputusan sang Raja sudah bulat, sebesar apapun rasa cintanya kepada Siu Ban Ci, dia harus rela melepaskannya, dan memilih Ratu Dwarawati. Tanpa sepengetahuan sang selir, Raja Brawijaya V telah memanggil Arya Damar, putranya yang berada di negeri Palembang, untuk datang ke Majapahit dan menitipkan putri kerajaan Campa itu kepadanya.

“Semoga Tuhan Yang Maha Agung melindungimu dan anak kita, kekasih hatiku,” bisiknya kepada sang selir.

“Semoga kelak kemudian hari, semesta berbaik hati mau mempertemukanku dengan anak kita. Entah dalam kondisi seperti apa. Dan semoga Tuhan Maha Pengampun mau memaafkan keputusanku ini,” lanjutnya sembari tetap berbisik. Kali ini dibarengi dengan kecupan hangat  yang mendarat manis di pipi putih bersih Putri Siu Ban Ci.

Sang putri masih terlelap dalam tidurnya yang sedang bermimpi indah  tentang raja yang bersenda gurau bersama si bayi dalam gendongannya, tanpa mengetahui bahwa keberadaannya di tanah Majapahit akan segera berakhir dalam beberapa hari kedepan.

#RCO_level4
#odop_batch7
#OneDayOnePost

Kamis, 19 Desember 2019

THE GIRL WHO SAVED THE KING OF SWEDEN




RCO level 3 telah memasuki tahap akhir. Dan tugas tantangan di level 3  ini adalah  membuat tulisan yang berisi perbedaan dan persamaan tradisi/kebiasaan antara Indonesia dengan negara asal buku tersebut.

Buku ‘The Girl Who Saved The King Of Sweden’ karya Jonas Jonasson ini cukup menarik ceritanya. Buku fiksi setebal 560 halaman berkisah tentang petualangan dan perjalanan hidup seorang wanita bernama Nombeko Mayeki, gadis yang berasal dari Soweto, Afrika Selatan. Nombeko lahir di wilayah dari negara Afrika Selatan yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan sebagian besar penduduknya buta huruf. Di usia lima tahun yang normalnya adalah masa-masa bahagia bagi anak-anak kecil untuk bermain, Nombeko habiskan untuk bekerja sebagai pemikul tong tinja di perusahaan pengurasan jamban.

Dia tidak ingin mengikuti arus lingkungannya yang selain sebagai penguras jamban, orang-orang di sekitarnya juga menghabiskan waktu mereka  untuk mabuk tiner, menonsumsi obat-obat terlarang, menenggak alkohol, hal-hal yang tidak berguna pada intinya. Tak terkecuali ibunya juga. Sungguh menyedihkan memang. Di saat Nombeko seharusnya menghabiskan waktunya untuk bermain, bergembira, dan bersekolah, ternyata dia harus bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, dan ibunya.

Namun Nombeko bukan gadis Soweto pada umumnya, dia termasuk anak yang gigih, pekerja keras, dan mau belajar. Karena tak ingin mati muda seperti para tetangganya, maka Nombeko ingin pindah dari Soweto. Dengan barang yang berhasil dia ambil dari jasad Thabo, tetangganya yang mengajari dia membaca, Nombeko pergi meninggalkan Soweto. Tujuannya adalah Perpustakaan Nasional di Pretoria.

Namun nasib kurang beruntung menimpanya. Dan karena kesialannya dia harus berurusan dengan seorang insinyur gadungan pemabuk yang hidupnya beruntung bernama Engelbrecht van der Westhuizen. Alih-alih membaca buku di perpustakaan nasional di pretoria, Nombeko harus menjadi seorang pekerja di sebuah laboratorium senjata nuklir di Pelindaba. Dan dari sinilah petualangan hidup NOmbeko dimulai.

Pada dasarnya Nombeko adalah orang dengan rasa keingintahuan tinggi, dia menghabiskan waktunya di laboratorium asuhan insinyur Westhuisen sebagai petugas kebersihan dan membaca buku-buku yang terdapat di perpustakaan Pelindaba. Nombeko anak yang cerdas, dia dapat berhitung secara cepat dengan caranya yang unik dan cepat menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Cina dialek Wu.

Kehidupan Nombeko semakin penuh dengan kejutan tatkala dia harus bertanggung jawab atas bom nuklir berkekuatan 3 megaton yang tidak seharusnya dia bawa ke Swedia. Nombeko yang seharusnya dapat hidup tenang atas kebebasannya, malah dibuat pusing dengan keberadaan bom nuklir.
Kehidupan para tokoh di novel ini sepertinya kurang sesuai dengan adat ketimuran yang dijunjung oleh negeri kita. Si insinyur yang pemabuk bahkan di jam kerja, tetangga Nombeko yang hidup dengan drugs. Dan juga kehidupan Nombeko bersama kekasihnya yang masih menganut konsep kebebasan khas bangsa barat yang masih tabu untuk dilakukan di bangsa kita ini (meskipun sekarang banyak yang melakukannya sih).

Namun pada akhirnya  novel ini cukup menarik dengan guyonan-guyonan satirenya. Meskipun agak membosankan bagiku. Entah mungkin karena ekspektasiku yang mengharapkan ini adalah sebuah novel penuh aksi. Hihihi.


Minggu, 15 Desember 2019

BELAJAR DAN BERKEMBANG BERSAMA KOMUNITAS ODOP




Entah saat ini aku harus merasa senag atau sedih. Empat pekan yang kulalui bersama kelas non-fiksi ODOP batch 7 sebagai lanjutan kelas menulis komunitas One Day One Post akan segera berakhir. Aku, dan mungkin juga sebagian besar para peserta ODOP batch 7 yang saat ini sudah menjadi bagian dari keluarga besar komunitas ODOP, merasa sangat beruntung. Beruntung karena di sini aku dan teman-teman mendapatkan ilmu yang sangat berharga. Ilmu tentang dunia tulis menulis yang dibagikan secara cuma-cuma oleh para master di bidangnya. Aku yang dari tidak tau menjadi banyak tau.

Tak berhenti membagikan ilmu dunia menulis, di kelas non-fiksi kembali kami menerima ilmu tentang perblogingan, dan lagi-lagi secara gratis. Gratis! Tak main-main, pematerinya pun orang-orang yang mumpuni di bidang perblogingan. Namun sayangnya, aku masih belum paham betul. Hiks (apa karena aku yang elmot ya, wakwakwak). Sedikit banyak aku jadi tau kalau kita bisa menghasilkan uang dari blog yang kita miliki saat ini, dari iklan, dari adsense, dari banyaknya viewer yang melihat artikel kita, dari mana saja sepertinya. Hihihi. Bagaimana cara menaikkan DA/PA, cara membuat judul artikel dengan bantuan SEO, dan istilah-istilah perblogingan yang jujur masih awam bagiku.

Mungkin ada baiknya jika materi perblogingan yang disampaikan oleh para mastah, diikuti dengan praktik secara langsung. Tidak mudah memang jika harus online dalam waktu berbarengan untuk melakukan praktik secara langsung dari ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Tak jauh-jauh, aku saja mengikuti materi sambil meninabobokan si bayik, bagaimana bisa buka laptop dan mempraktekkan ilmunya. Hihihi. Atau mungkin diadakan kelas khusus untuk mengutak-atik blog kita ya. Hanya sekedar saran saja semua itu, demi memaksimalkan blog yang telah dipunyai saat ini.

Aku juga banyak belajar dari tulisan teman-teman loh. Setiap melakukan blog walking, aku ikut menyerap ilmu yang dibagikan oleh mereka. Rata-rata tulisan teman-teman ODOP batch 7 ciamik soro, alias bagus-bagus sekali. Sering kali aku menemukan kosakata-kosakata baru dari blog teman-teman. Tak jarang juga aku belajar, bagaimana mengangkat suatu cerita yang biasa-biasa saja, namun tampak luar biasa karena diramu dengan kata-kata yang apik dan mengena. Mantab buat kalian semua! Ahh, aku bersyukur bisa bertemu dengan komunitas yang satu ini. Kemampuan menulisku meningkat 100% setelah menjadi peserta dan mengikuti kelas menulis ODOP.

Tak hanya ilmu menulis, aku juga bertemu dengan orang-orang keren yang konsisten dalam menulis, para pegiat literasi tanah air, yang datang dari berbagai macam latar belakang dan disiplin ilmu. Jangan melihat asalnya, pendidikannya, pekerjaannya, atau keluarganya, bacalah tulisan-tulisan mereka. Banyak pelajaran hidup yang kupetik dari cerita-cerita yang dibagikan oleh mereka. Pokoknya teman-teman komunitas ODOP ini luar biasa.

Aku salut kepada teman-teman yang rajin posting setiap hari tanpa berhutang satu kalipun disela-sela kesibukannya di dunia nyata. Andai aku bisa seperti mereka. Bisa sebenarnya, semuanya tergantung niat. Hihihi. Maka dari itu salah satu harapanku adalah bisa tetap bisa mengasah kemampuan menulis selepas mengikuti segala macam kegiatan komunitas ODOP dan tetap bisa menjalin silaturahim dengan teman-teman ODOP. Semoga kelak jika ada waktu dan kesempatan kita dapat berkumpul, syukur-syukur dapat menelorkan suatu karya bersama. Amin.

Pesanku untuk teman-teman, jangan berhenti menulis, menulislah untuk menebarkan kebaikan. Siapa tau dari tulisan yang kita bagikan, kelak akan menjadi amal jariyah bagi diri kita. Terimakasih banyak teruntuk semua mba-mba pije, mas-mas pije, pemateri yang keren abis yang telah rela berbagi ilmu, waktu, dan membersamai perjalanan kami para peserta ODOP batch 7. Biarlah Allah yang membalas segala peluh dan lelah kalian. Peluk online satu-satu (bagi para ukhtinya yaaa).

Tetap semangat menulis ya teman-teman ODOP. Kutunggu karya-karya moncer kalian lahir dari para penerbit. Salam literasi! 

Sabtu, 14 Desember 2019

BERKREASI BERSAMA PIZZA MAKER JUNIOR


Hal yang dapat membuat orang tua menjadi bangga dan bahagia salah satunya adalah menlihat buah hati mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan kreatif. Itulah sebabnya di masa-masa golden age, orang tua dianjurkan untuk menstimulasi daya kreativitas anak-anaknya dengan mengajak mereka bermain sepuasnya. Dengan membebaskan mereka bermain sesuka hati diharapkan anak-anak dapat mengasah syaraf-syaraf sensorik, motorik, serta kreativitas mereka.

Kembali ke saat si sulungku berada di kelas TK A, kami para orang tua iseng-iseng merencanakan kegiatan untuk anak-anak kami. Salah satu ibu dari teman si sulung mengutarakan idenya untuk mengajak anak-anak bermain sambil belajar membuat pizza. Loh, memang ada kegiatan semacam itu ya?, pikirku yang belum paham. Ternyata ada, yaitu di restoran pizza paling laris di Indonesia yang gerainya sudah menjamur dimana-mana. Apalagi jika bukan restoran Pizza Hut.

Ya, Pizza Hut ternyata memiliki agenda kegiatan bernama Pizza Maker Junior yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia 5-12 tahun yang ingin tau bagaimana cara membuat pizza sendiri sebelum pizza disajikan di atas meja. Tentu saja mereka takkan melakukannya sendiri, karena akan ada kakak-kakak yang mendampingi anak-anak selama berada di dapur restoran. Harga yang ditawarkan untuk mengikuti kegiatan Pizza Maker Junior ini cukup murah. Per anak akan ditarik biaya Rp 42.000,00.

Hari yag ditetapkan pun tiba. Kami, para ibu melakukan janji temu di lokasi yaitu di restoran Pizza Hut sore hari sekitar pukul 14.00. Suara riuh rendah anak-anak langsung disambut ramah oleh kakak-kakak pramusaji. Seperti pada umumnya anak-anak ketika bertemu dengan teman-temannya, mereka langsung berbaur, bermain, dan bersenda gurau. Tak butuh waktu lama bagi anak-anak untuk menunggu, karena selang beberapa saat mereka dipanggil dan disuruh berbaris rapi sebelum memasuki area dapur restoran.

Namun sayang, kami para ibu tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut. Hanya 1 orang ibu saja yang dapat mendampingi untuk mengabadikan momen anak-anak berkreasi. Sembari menunggu anak-anak berkegiatan, para ibu dapat bersantai sejenak di dalam restoran sambil ngobrol ngalor-ngidul, dan tentu saja berselfie ria. Cukup lama juga menunggu mereka selesai membuat pizzanya.  

Dari foto-foto yang dibagikan oleh salah satu ibu wali murid, kegiatan membuat pizza diawali dengan mecuci tangan, dilanjutkan dengan memasang sarung tangan plastik secara mandiri. Setalah tangan mereka higienis, mereka diberi dough pizza yang siap untuk diberi topping, tetapi  mula-mula mereka diajari terlebih dahulu oleh kakak juru masak. Mereka diperkenalkan aneka macam topping yang dapat diisikan ke atas pizza. Setelah itu barulah mereka mulai menata topping dan dilanjutkan dengan memberi aneka saos. Satu per satu anak-anak menyelesaikannya. Dan pizza pun siap dipanggang.


Kurang lebih 45 menit kemudian, anak-anak telah selesai melakukan kegiatan membuat pizza. Senyum bahagia dari keduabelas anak peserta kegiatan ini otomatis muncul di wajah mereka. Kembali mereka bersenda gurau sambil menunggu pizza hasil kreativitas mereka matang. Dan, akhirnya pizza hasil karya anak-anakpun telah matang. Dengan penuh kegembiraan, mereka menerima pizza hasil kreasinya. Sayang, pizza kreasi sulungku tak sempat kuabadikan, karena sudah dia nikmati di  perjalanan pulang.

Soal rasa, tetap sama seperti rasa Pizza Hut, yang membedakan hanyalah kerapian dalam menyusun topping pizza. Namanya juga anak-anak, menatanya masih asal. Namun bukan itu yang dinilai, tetapi lebih kepada keberanian mereka untuk mencoba dan belajar hal-hal baru. Belajar untuk berkreasi dalam memberikan topping, belajar untuk mandiri, dan belajar untuk mencintai kebersihan.

Dari kegiatan Pizza Maker Junior, anak-anak mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa mereka telah mengikuti acara ini, sekotak pizza ukuran personal, serta merchandise Pizza Hut. Acarapun berakhir, anak senang ibu pun bahagia. Melihat mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang kreatif dan rasa ingin tau yang tinggi, rasanya tak sabar untuk melihat kesuksesan mereka di masa depan. Allahumma amin. 



Jumat, 13 Desember 2019

BAITI JANNATI



Tiap-tiap pasangan yang telah halal dalam ikatan tali pernikahan pasti mendambakan keluarga yang sakinah, mawadah, dan rahmah. Keluarga yang dipenuhi dengan kedamaian, rasa kasih sayang, serta karunia akan menciptakan suasana rumah tangga yang bahagia, hingga serasa berada di dalam surga. ‘Baiti jannati’, rumahku adalah surgaku. Siapa yang tak menginginkan kondisi rumah yang seperti demikian.

Untuk  menciptakan suasana rumah di dunia laksana di surga bukan perkara yang gampang. Akan ada saja masalah dan musibah yang datang  silih berganti untuk menguji kita. Entah itu dari si suami, istri, anak, mertua, atau bahkan dari tetangga sebelah rumah. Maka dari itu tak sedikit yang tidak dapat mewujudkan impian rumahku adalah surgaku.

Namun, ada juga pasangan suami istri yang dapat mewujudkannya. Suatu keluarga dikatakan dapat mewujudkan kondisi baiti jannati salah satu contohnya adalah ketika sang suami akan selalu merasa rindu akan rumahnya, rindu akan sambutan hangat dari anak-anaknya, rindu akan senyuman yang merekah dari bibir istrinya.

Ya, kajian khusus muslimah yang rutin diadakan setiap hari jumat, pagi ini membahas kiat-kiat untuk membangun  rumahku adalah surgaku. Materi kajian bertema baiti jannati kali ini disampaikan oleh Ustaz Armedi Raharja, Lc.

Salah satu syarat untuk membentuk rumah yang bak surga adalah pasangan suami dan istri yang bertakwa kepada Allah. Rumah yang penuh cinta kasih tentunya akan terwujud jika sang nahkoda yang tak lain adalah suaminya merupakan sosok yang salih. Dan perlu adanya sosok salihah sebagai pendukung dan pendamping yang tak lain adalah sang istri.

Bayangkan apa jadinya jika sosok suami sebagai pemimpin keluarga memiliki perangai yang tidak  baik, jauh dari Allah, dan bukan sosok yang salih, dapat dipastikan rumah tangganya akan seperti neraka. Akan banyak percekcokan, kemarahan yang berujung KDRT, bahkan mungkin berakhir perceraian di pengadilan agama.

Meskipun tak mudah, Islam telah memberikan kiat-kiat untuk membangun rumah yang bak di surga. Apa sajakah kiat-kiat tersebut?

Pertama, luruskan niat. Bagi para singlelilah yang in syaa allah dalam waktu dekat akan bertemu jodohnya masing-masing, mari niatkan menikah karena Allah, niatkan menikah karena ingin mendapatkan generasi-generasi penerus yang salih, menikah karena untuk mengantarkan diri kepada surga Allah.
Memanglah benar jika segala sesuatu itu bergantung pada niatnya. Jika niat awalnya saja sudah salah, maka akan jauh dari berkah Allah. Adapaun contoh niat yang salah misalnya adalah menikah karena harta atau menikah karena kepepet usia. Dan bagaimana bagi yang sudah terlanjur menikah? Jika niatnya belum untuk beribadah kepada Allah, segeralah ubah niat tersebut.

Kedua, pilihlah pasangan yang salih dan salihah. Seperti sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, “Nikahilah wanita karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya (keturunan), kecantikannya, dan agamanya, dan pilihlah wanita yang taat agamanya maka kamu akan beruntung.”
Tidak ada salahnya memang menikahi wanita yang cantik atau kaya. Namun alangkah baiknya jika seorang lelaki menikahi wanita yang salihah. Karena kecantikan akhlak, adab, dan ilmu agama seorang wanita akan mengalahkan kecantikan dzahirnya.

Ketiga, pilihlah pasangan yang berilmu. Tentu saja ilmu yang dimaksud adalah ilmu syariat. Lelaki dan wanita yang akan menikah sebaiknya telah mengetahui tentang hak-hak dan kewajiban-kewajibannya ketika kelak menjadi seorang suami dan istri. Begitu pula seorang wanita, hendaknya memilih lelaki yang baik agamanya. Ketakwaan seseorang berbanding lurus dengan keharmonisan terhadap keluarganya.

Sebagai salah satu contohnya adalah kewajiban suami untuk menafkahi istrinya, serta kewajiban istri untuk mengurus suami, anak-anak, dan rumah tangganya. Ada pula hak-hak seorang suami yang wajib dilaksanakan oleh istrinya, salah satunya adalah seorang istri harus taat kepada suaminya. Dan istri juga berhak untuk memperoleh hak-haknya, dapat dibaca di sini 'Hak-Hak Wanita Dalam Islam'.

Keempat, berlapang dada dan mudah mengalah. Salah satu resep keharmonisan rumah tangga yang lain adalah istri yang selalu mengalah, meskipun sang suami yang bersalah. Baca pula 'Amalan-Amalan Wanita Ahli Surga' sebagai pengingat kepada para istri salihah, bahwa wanita yang sabar dan selalu mengalah merupakan sifat wanita yang kelak akan menghuni surga. Ingat ya ibu-ibu untuk selalu mengalah kepada para suami! Ada pesan dari Ustaz Armedi yang ditujukan kepada ibu-ibu peserta kajian pagi ini.

“Terkadang mengalah bukan berarti salah. Terkadang mengalah bukan berarti kalah. Namun terkadang mengalah adalah memberikan kesempatan kepada orang yang kita sayang untuk berubah.”

Kelima, memprioritaskan negeri akhirat. Rumah tangga yang bahagia, harmonis, dan penuh cinta takkan terwujud jika tanpa diiringi dengan beribadah kepada Allah. Menyamakan visi dan misi kedua belah pihak sebelum mengikat janji dalam ikatan pernikahan bahwa tujuan akhirnya adalah kehidupan di akhirat. Yaitu dengan memperbanyak membaca Al Quran, melaksanakan salat, melaksanakan puasa, menyedakahkan hartanya. Niscaya Allah akan mengucurkan berkah-Nya yang sedemikian rupa kepada bahtera rumah tangga yang demikian ini.

Demikianlah kiat-kiat yang disampaikan oleh pemateri untuk menciptakan sebuah baiti jannati. Mungkin mudah bagi seorang suami untuk membelikan sang istri sebuah rumah. Namun apakah rumah yang dia belikan telah berhasil menciptakan sebuah surga kecil bagi rumah tangga yang sedang diarunginya? Mari jadikan ini semua sebagai kontemplasi. Riak-riak kecil akan selalu datang menghampiri, dan tetap yakinkan diri bahwa Allah akan selalu memberikan petunjuk bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh berada di jalan-Nya. Wallahualam.