Senin, 18 November 2019

DOSA-DOSA BESAR YANG MEMPERCEPAT AZAB



Hari Jumat yang lalu, tepatnya tanggal 15 November 2019, aku dan teman-teman menghadiri kajian khusus muslimah. Kajian rutin yang bertempat di aula Gajah Mada Swalayan kali ini membahas tentang dosa-dosa besar apa saja yang mempercepat azab Allah kepada hambanya. Jadi, azab-azab ini tidak diberikan kepada hambanya kelak di akhirat, tetapi diturunkan langsung ketika di dunia.

Ibu-ibu yang haus akan siraman  ilmu agama mulai memadati aula sejak pukul 08.00 . Ya, sebagian besar pesertanya adalah emak-emak bergamis. Karena sebagai emak-emak milenial, kita dituntut agar menguasai ilmu agama untuk membekali anak-anak kami. Dengan harapan agar anak-anak kami kelak menjadi generasi milenial yang berakidah dan berakhlak yang baik. Pukul 08.15 acara kajian yang dipimpin oleh Ustaz Subhan sebagai pemateri pun dimulai.

Sebagai pembuka kajian, Ustaz Subhan memaparkan bahwa setiap dosa-dosa ataupun kedurhakaan kita kepada Allah azza wa jalla pasti akan mendatangkan azab. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah dalam QS Asy Syura ayat 30 yang artinya:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.

Dari kajian yang diberikan oleh beliau, terkuaklah dosa-dosa besar yang mempercepat azab Allah kepada hambanya. Berikut adalah dosa-dosa besar tersebut.

1. Syirik kepada Allah

Sebagai seorang muslim, kita pasti tau bahwa syirik kepada Allah adalah dosa yang sangat besar. Syirik kepada Allah adalah tindakan menyekutukan atau menyembah sesuatu selain kepada Allah Sang Maha Pencipta. Tidak sedikit surat-surat di dalam Al Quran yang menerangka tentang bagaimana Allah mengazab suatu kaum karena menyekutukanNya.

Sebut saja kaum Nabi Nuh yang dibinasakan dengan cara ditenggelamkan dalam suatu banjir besar. Seperti yang tertuang dalam Al Quran QS Nuh ayat 25 yang artinya, “Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah”.

Oleh Allah mereka akhirnya ditimpakan banjir besar, karena kaum Nabi Nuh telah menyembah berhala-berhala yang diberi nama Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.

2. Pilih-pilih dalam mengimani syariat Allah

Sebagai muslim yang baik, tidak dibenarkan jika kita memilih-milih syariat Allah. Misalnya dengan mengambil syariat Allah yang menguntungkan bagi dirinya dan menolak sebagiannya karena dirasa terlalu memberatkan. Janganlah pula kita mencaci syariat yang telah ditetapkan oleh Allah.

Seperti yang telah difirmankan Allah di Al Quran surat An Nisa ayat 150 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)," serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir)”.

3. Menyelisihi sunah Rasulullah

Selain dilarang memilih-milih syariat allah, umat muslim juga dilarang untuk menyelisihi sunah Rasulullah, kita harus taat dan tunduk patuh padanya. Apabila kita menyelisihinya, sama saja kita telah menyelisihi perintah Allah.

Ada dua pedoman yang wajib dipegang teguh oleh kaum muslimin yaitu Al Quran dan sunah Rasul. Seperti sabda Rasulullah yang artinya, “Wahai manusia, sungguh telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian suatu perkara yang jika kalian pegang teguh niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya” (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan Malik)

4. Maraknya perbuatan zina

Karena sesungguhnya perbuatan zina adalah perbuatan keji yang paling keji. Allah sangat membenci perbuatan zina apalagi yang dilakukan secara terang-terangan. Seperti yang tertuang dalam Al Quran surat Al Isra ayat 32 yang artinya, Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.

Tidakkah kita takut jika Allah akan mendatangkan suatu azab berupa penyakit yang mematikan kepada kita karena melakukan perbuatan zina. Astaghfirullah.

Di akhir pertemuan, beliau juga berpesan kepada jamaah kajian muslimah agar tidak melewatkan membaca zikir “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR” (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya) di pagi hari sebanyak 100 kali. Karena barang siapa yang membacanya maka akan dihapus dosanya sebanyak 100 dan dituliskan kebaikan untuknya sebanyak 100. Dan apabila ia meninggal sebelum petang, maka surga baginya.

Demikianlah penjelasan yang disampaikan oleh Ustaz Subhan. Pukul 09.00 acara kajian diakhiri dan ditutup dengan membaca doa kafaratul majelis. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah dari dosa-dosa besar ya teman-teman. Allahumma amin.

14 komentar:

  1. Ya Allah, sisa umurku masih belum memupuk pahala

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks, sama mba..masi terus berusaha memperbaiki diri

      Hapus
  2. Nyinyit bahas azab di hari Senin :(

    BalasHapus
  3. Wah makasih udah disharing kajiaannya. Mesti sering2 diingetin kita tuh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. in syaa allah mba, kalau ikut kajian tak sharing ke teman-teman, untuk self rimender juga soalnya

      Hapus
  4. bagus sekali isi tulisannya, semangat terus berbagi kebaikan :)

    mampir blog saya jg yah, jangan lupa follow :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, semoga bermanfaat ya mba, okaayy akan mampir mampir syantik di blog mba atiqoh

      Hapus
  5. Masyaa Allah. Terima kasih sharing kajiannya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mba, semoga membawa kebaikan bagi kita semua

      Hapus