Kamis, 21 November 2019

MENGULAS BUKU BERJUDUL “HAJI GRATIS (SEMUA BISA KE BAITULLAH)”



Ke Baitullah bukan Monopoli orang yang berharta. Kesempatan itu terbuka bagi siapa saja. Tulisan tersebut terpampang di cover buku yang berjudul “HAJI GRATIS (SEMUA BISA KE BAITULLAH)”. Umat muslim mana sih yang tidak ingin menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Ya, kita semua pasti sangat ingin dan merindukan untuk dapat melaksanakan ibadah haji atau setidaknya menjalankan ibadah umrah terlebih dahulu.

Namun pada kenyataannya, banyak faktor yang menghalangi kita untuk bisa mendatangi rumah Allah yang sangat megah di Mekah dan Madinah tersebut. Salah satunya adalah faktor biaya. Sudah menjadi rahasia umum jika untuk bisa ke sana dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyak banner iklan berseliweran baik di pinggir jalan maupun di pagar-pagar rumah yang berisi ajakan menuju Baitullah. Tak sedikit pula yang menunjukkan nominal harga yang harus dibayarkan, yang kisaran harganya antara 19 juta hingga 30 juta per kepala.

Seperti beberapa hari yang lalu, salah seorang teman baikku yang memiliki travel haji dan umrah tetiba mengirim pesan whatsapp untuk menawarkan umrah dengan biaya 30 juta. Itu sudah harga teman (katanya, hihihi). Biaya tersebut untuk melaksanakan umrah selama 13 hari dan menginap di hotel bintang lima. Bintang lima gaes. Wow! Sangat menggiurkan sekali, tapi sayang dengan halus kutolak tawarannya, karena...(rahasia, hihihi).

Mungkin angka 30 juta rupiah bagi sebagian orang bukanlah angka yang besar. Namun, bagi kaum duafa, fakir miskin, atau orang yang berpenghasilan pas-pasan angka tersebut terbilang fantastis. Jangankan 30 juta rupiah, bisa memegang uang 10-50 ribu rupiah per hari saja rasa syukur mereka amat sangat luar biasa. Bagaimana mungkin mereka dapat menunaikan umrah apalagi haji jika uang yang berada di kantong mereka sangat minim.

Dan di sinilah mengapa buku ini terbit. Buku Haji Gratis ini mengklaim bahwa banyak jalan menuju Baitullah. Umrah dan haji tidak lagi melulu diperuntukkan bagi mereka yang bergaji tinggi atau berstatus kaya. Kaum duafa, fakir miskin, atau orang yang berpenghasilan pas-pasan ternyata juga bisa memenuhi panggilan Allah untuk menuju rumahNya.

Di dalam buku karya M. Anwar Sani ini, terhimpun cerita-cerita inspiratif tentang bagaimana orang-orang yang hanya dapat bermimpi ke rumah Allah bisa terwujud mimpinya. Bagaimana bisa? Yang pertama adalah karena kekuatan doa. Jangan sekali-sekali meremehkan kekuatan doa. Doa yang kita langitkan bisa saja sewaktu-waktu diijabah oleh Sang Maha Mengabulkan.  Seperti yang dituliskan oleh Ustaz Yusuf Mansur di bab pembuka buku ini bahwa Allah mengarahkan manusia agar selalu berdoa dan memohon hanya kepadaNya, serta mengingatNya setiap saat, dalam kondisi apapun. Seperti sabda Rasulullah saw yang berbunyi, “Berdoalah kepada Allah disertai dengan keyakinan bahwa Allah akan memperkenankan. Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari kalbu yang lalai dan lengah.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi melalui Salman). Ketahuilah kawan, Allah akan merasa malu jika tidak mengabulkan doa seorang hamba yang telah bermunajat kepadaNya.

Adalah kisah Dasril, seorang tukang kopi yang hidupnya serba kekurangan, awalnya bermimpi berangkat ke Tanah Suci. Namun siapa sangka, Allah membukakan jalan untuk Dasril agar bisa ke sana. Rupanya Allah mengirimkan mitra bisnis, seorang saudagar kopi, yang meminta Dasril agar dijualkan kopinya. Ternyata dia memperoleh laba berlimpah hingga cukup baginya pergi haji. Tidak ada satupun yang mustahil bagi Allah, jika Sang Maha Perkasa sudah mengatakan kun fayakun, min haitsu laa yahtasib.

Yang kedua adalah, perbanyak sedekah. Seperti yang dikisahkan dalam buku ini. Ada seorang tua renta, Mbah Kemi namanya, yang telah ditinggal pergi sang istri selamanya. Dia hidup sebatang kara karena anak terkasih merantau ke luar pulau. Namun tak ada sedikitpun kekhawatiran perihal hidupnya. Hingga dia diberi kabar untuk dapat menunaikan umrahke Tanah Suci. Pria renta yang sehari-hari untuk makan saja masih bergantung dari uluran tangan tetangganya bisa berumrah. Itu semua karena keikhlasannya menyedekahkan kambing untuk kurban yang dia lakukan. Di saat hidup Mbah Kemi serba kekurangan, dia masih mampu berkurban kambing. Alhasil Allah ganti kurbannya dengan umrah. Ma syaa Allah.

Jadi anggapan bahwa pergi haji bagi orang kaya sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Ditulis dalam buku yang aku dapatkan secara gratis dari YDSF ini bahwa, tidak jaminan orang miskin pasti tidak bisa berangkat haji, dan tidak jaminan juga orang kaya pasti bisa berangkat haji. Banyak kisah-kisah lain yang membuat hatiku trenyuh dengan bentuk ketawakalan dan ketawadukan orang-orang yang dikisahkan di buku ini. Tak sedikit yang hanya berbekal doa dengan khusyuk dan bersedekah dengan ikhlas, mereka diberi kemudahan untuk menuju Haramain.

Setelah menuntaskan membaca buku ini, ada pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik benakku. Sudah khusyukkah kita dalam bermunajat kepada Allah? Sudahkah kita mengeluarkan sebagian harta untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya? Seberapa sering kita memohon dan memanjatkan doa kepada Allah? Mampukah kita ikhlas bersedekah di kala rezeki kita sedang seret?

Tak salah kiranya jika kawan-kawan membaca buku ini sebagai penggugah agar lebih bersemangat untuk melaksanakan umrah atau haji. Allah saja memampukan dan memudahkan mereka yang kurang mampu untuk datang  ke Haramain. Semuanya kembali lagi ke diri kita masing-masing. Kalau niat sudah terpatri, doa telah dilangitkan, sedekah sudah dimaksimalkan, maka tidak ada alasan bagi Allah untuk tidak memberi kemudahan jalan bagi hambanya menuju Baitullah. Wallahualam.

Identitas Buku
Judul            : Haji Gratis
Penulis          : M. Anwar Sani
Penerbit        : Sygma Creative Media Corp.
Tahun           : 2013
Tebal            : 108 halaman
ISBN            : 978-979-055-486-3

#reading_challenge_odop
#rco_odop6
#tugas_rco_pekan1
#ulasan_buku
#review_buku

18 komentar:

  1. keren ... dari judulnya aja udah bikin ngiler ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoha segera berangkat haji atau umrah ya mas lutfi 😊

      Hapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah..semoga diseerakan menuju Baitullah ya mba Yoha

      Hapus
  3. Masya Allah, jadi penasaran pengen baca buku ini. Termotivasi untuk bisa ke Baitullah 😍🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiinnn, in syaa allah diijabah bisa ke Baitullah ya mba Cheska

      Hapus
  4. Balasan
    1. Matur nuwun pak Eko...tetap semangat juga bwt jenengan 🙏

      Hapus
  5. Aku mauuu. Kapan aku kesana? Huhu
    Rate berapa nih mba kira kira? 1-5?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk bareng hihihi...taun depan yak
      Rate 4 deh, sejam dilahap juga habis kok
      Isinya inspiratif ngets soalnya 😊😊

      Hapus
  6. Aku kok blm pengen haji ya?? Kenapa ini?? Hiks . Hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, gapapa mba, suatu saat nnti in syaa allah akan diberikan kemudahan untuk berhaji/umrah 😊

      Hapus
  7. berdoa dan sedekah ya
    dua kata sederhana tapi maknanya sangat luar biasa.

    BalasHapus
  8. Masyaa Allah, harus masuk daftar must-read-books sepertinya ini, hehehe. Terima kasih atas ulasannya, Mba. Semoga segera Allah Undang ke Baitullah, sekeluarga. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maa syaa allah, terimakasih sekali buat danya mba, doa yang sama tercurah buat mba Annur yaa

      Hapus